Pemerintahan

Program MBG di NTB Serap 31 Ribu Tenaga Kerja

Mataram (NTBSatu) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Provinsi NTB. Termasuk, menyerap 31.509 tenaga kerja lokal dalam kurun waktu sekitar 10 bulan.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengungkapkan, capaian penyerapan tenaga kerja tersebut tergolong luar biasa. Sebab, biasanya membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun, namun di NTB dapat tercapai dalam waktu kurang dari satu tahun.

“Untuk bisa menyerap angka sebesar ini biasanya butuh waktu dua tiga tahun, tapi itu tercapai dengan waktu sekitar 10 bulan di NTB,” kata Iqbal saat Rapat Koordinasi Program MBG bersama Badan Gizi Nasional (BGN), Forkopimda, dan Satgas Percepatan di Ruang Rapat Hajar Aswad Kantor Bank NTB Syariah, Rabu, 4 Januari 2026.

Tenaga kerja yang dimaksud, ujar Iqbal, baru sebatas petugas SPPG, sopir, dan sebagainya. “Belum termasuk tenaga kerja tidak langsung seperti petani yang tadinya kesulitan memasarkan hasil produknya, sekarang bisa mendapatkan harga yang lumayan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini Program MBG di NTB telah menjangkau 1.793.423 penerima manfaat. Program tersebut didukung oleh 670 Sentra Pengolahan Pangan Bergizi (SPPG) yang aktif, serta 2.719 mitra pemasok.

Meski awalnya sempat diragukan, pelaksanaan program MBG di NTB kini menjadi tolok ukur dan model pemberdayaan ekonomi yang efektif. Tantangan ke depan, kata Iqbal, adalah menjaga stabilitas pasokan pangan agar peningkatan permintaan tidak memicu inflasi.

“Tantangannya adalah di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) karena kami punya 200 lebih pulau berpenghuni. Namun, kami intervensi langsung dengan memastikan ketersediaan supali demi menghindari terjadinya inflasi akibat tingginya demand (permintaan, red),” ungkapnya.

Gubernur meminta seluruh unsur Forkopimda, serta Satgas Percepatan di tingkat kabupaten/kota untuk terus menjaga kekompakan dan memperkuat koordinasi dalam fase percepatan program.

“Kita satu struktur dengan kabupaten kota, jadi jangan jalan sendiri-sendiri. Kita harus kompak, kumpulkan masukan, masalah, serta rekomendasi solusinya,” tambahnya.

1 2Laman berikutnya

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button