Lulusan SMK Dominasi Angka Pengangguran, Disnakertrans NTB Akui Industri Belum Mampu Menyerap
Mataram (NTBSatu) – Lulusan SMK masih mendominasi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi NTB. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB per Februari 2025, pengangguran lulusan SMK mencapai 7,88 persen TPT.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, Aidy Furqan mengungkapkan, hal tersebut karena masih lemahnya keterkaitan kurikulum SMK dengan kebutuhan riil dunia industri. Sehingga, perlu adanya pengembangan kurikulum kejuruan bersama industri dan pelaku usaha.
“Agar lulusan SMK mampu terserap dunia kerja, maka kurikulum harus didiversifikasi bersama dunia kerja. Dengan mengintegrasikan kebutuhan kerja mereka secara riil,” ujarnya kepada NTBSatu, Sabtu, 31 Januari 2026.
Ia juga mengakui, sudah pernah membangun solusi melalui strategi “SMK Bisa” saat menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Namun, belum semua SMK di NTB mampu menjalin kerja sama dengan perusahaan karena daya serap industri yang masih terbatas.
“Belum semua SMK mampu menjalin koordinasi dengan perusahaan. Di sisi lain, lapangan kerja di wilayah kita memang masih terbatas untuk menyerap lulusan tersebut,” katanya.
Selain persoalan kurikulum dan industri, keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan kejuruan turut menjadi kendala. Menurut Aidy, tidak semua SMK mampu melaksanakan pelatihan yang mengantarkan siswa memperoleh sertifikasi kompetensi dasar.
“Belum semua SMK mampu melaksanakan pelatihan yang mengantar siswa memperoleh sertifikasi profesi LSP 1. Karena keterbatasan sarana prasarana dan instruktur yang kompeten,” ungkapnya.



