Sumbawa

Safari Sumbawa Menanam Ke-VIII, Bupati Jarot: Pelestarian Hutan Bukan Tugas Pemerintah Saja

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot memimpin “Safari Sumbawa Menanam Ke-VIII” di Dusun Limung, Desa Pungkit, Kecamatan Moyo Utara, Rabu, 28 Januari 2026.

Bupati Jarot menegaskan, pelestarian hutan merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata tugas pemerintah.

“Alhamdulillah hari ini kita melakukan penanaman di wilayah Kecamatan Moyo Utara. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana sosialisasi awal kepada masyarakat,” ujarnya.

Bupati Jarot mengungkapkan rencana penghentian penanaman jagung di kawasan Olat Cabe, Moyo Utara, yang memiliki kemiringan lahan cukup terjal. Pemerintah daerah merencanakan kebijakan tersebut mulai tahun depan dengan mengganti tanaman buah-buahan, serta tanaman kayu bernilai ekonomi.

“Lahan dengan kemiringan ekstrem tidak cocok lagi ditanami jagung. Kita dorong diganti dengan tanaman kayuan dan buah-buahan yang punya nilai ekonomi jangka panjang,” tegasnya.

Bupati Jarot juga mengingatkan bahaya penebangan hutan secara ilegal yang berpotensi merusak ekosistem. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa, lanjutnya, telah mencanangkan penghentian penebangan liar serta membentuk Satgas Perlindungan Hutan Sumbawa.

“Kalau ini kita biarkan, lima sampai sepuluh tahun ke depan Sumbawa bisa menjadi tandus seperti beberapa daerah tetangga kita,” katanya.

Ia menekankan, keberhasilan pelestarian hutan sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat. Pemerintah, kata Jarot, tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan warga yang tinggal dan menggantungkan hidup di sekitar kawasan hutan.

“Menjaga hutan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Kita harus bekerja sama agar hutan tetap lestari dan memberi manfaat bagi generasi ke depan,” ujarnya.

Pemkab Sumbawa Sediakan Bibit Tanaman

Sebagai bentuk insentif, Pemkab Sumbawa berkomitmen menyediakan bibit tanaman bernilai ekonomi tinggi seperti Sengon, Kemiri, dan tanaman buah, agar masyarakat tetap memperoleh manfaat ekonomi dari program penghijauan.

“Penghijauan harus memberi hasil. Karena itu kita siapkan bibit yang bisa dipanen, bukan sekadar hijau tapi tidak bernilai,” ungkap Bupati Jarot.

Menutup sambutannya, Bupati Jarot menjanjikan hadiah seekor sapi bagi masyarakat yang berhasil menanam satu hektare Sengon dan menunjukkan hasil pertumbuhan yang baik hingga tahun kedua.

“Kalau satu hektare Sengon tumbuh bagus sampai tahun kedua, kita kasih hadiah sapi. Tapi catatannya, sapinya dipelihara, bukan setelah dapat lalu diabaikan,” tutupnya. (Marwah)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button