Sumbawa

Gandeng Inspektorat dan PUPR, BPBD Sumbawa Pastikan Transparansi Hitung Kerugian Banjir

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, mengambil langkah strategis untuk memastikan akurasi data kerusakan akibat bencana banjir dan angin puting beliung.

BPBD Sumbawa secara khusus menggandeng Inspektorat dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumbawa, untuk turun langsung melakukan asesmen di lapangan.

​Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat menjelaskan, pihaknya melibatkan lintas instansi ini agar penghitungan kerugian negara dan kebutuhan biaya perbaikan berjalan transparan.

​“Saya meminta instansi terkait turun, mulai dari Inspektorat, PUPR, hingga BPBD. Kami menghitung langsung berapa kerugiannya, supaya pertanggungjawabannya transparan,” ujarnya kepada wartawan, Senin, 26 Januari 2026.

IKLAN

​Berdasarkan data sementara, banjir mendominasi dampak kerusakan di wilayah Sumbawa yakni Kecamatan Empang dan Tarano tercatat sebagai lokasi yang mengalami dampak paling parah.

Selain banjir, angin puting beliung juga menghantam infrastruktur pendidikan. Angin kencang menerbangkan atap tiga sekolah yang berlokasi di Gontar Baru, Desa Kelanir.

​Secara keseluruhan, Nurhidayat menyebutkan bencana ini berdampak pada sekitar 30 desa yang tersebar di 12 kecamatan.

“Saat ini kami sedang melakukan asesmen untuk mengetahui tingkat kerusakan, cara penanganan, dan skema pembiayaannya,” jelasnya.

​Terkait kondisi terkini di lapangan, sebagian besar wilayah sudah mulai kembali normal. Namun, wilayah Labuhan Bontong masih menjadi perhatian khusus dan pemerintah terus memberikan dukungan penuh di lokasi.

Bangun Dapur Umum

​Untuk memenuhi kebutuhan logistik warga, Nurhidayat mengatakan, pemerintah daerah tidak hanya menyalurkan sembako, tetapi juga mengaktifkan Dapur Umum Mandiri.

Dapur Umum Mandiri ini memiliki skema yakni, Pemkab Sumbawa menyuplai bahan mentah seperti mi instan dan telur, sementara warga desa yang tidak terdampak mengolahnya secara gotong royong.

​“Kepala Desa beserta istri mengomandoi langsung dapur umum mandiri ini. Jadi, warga desa yang tidak terkena dampak memasak untuk para korban,” terangnya.

​BPBD Sumbawa juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem susulan. Pihaknya memantau adanya siklon tropis yang bergerak naik dari Australia mendekati wilayah Flores. Fenomena ini dikhawatirkan memicu hujan berkepanjangan dan angin kencang.

​“Kami mengkhawatirkan siklon yang naik dari Australia ini akan memicu hujan berkepanjangan. Namun, karena matahari sudah terlihat muncul dalam dua hari terakhir, kami berharap siklon tersebut berhenti dan tidak mendekat lagi,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button