INTERNASIONAL

Iran Siaga Penuh, Ancang-ancang Perang Total Usai AS Kerahkan Armada Militer

Jakarta (NTBSatu) – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat. Hal ini setelah Iran menyatakan status siaga penuh dan menegaskan kesiapannya menghadapi kemungkinan perang habis-habisan, menyusul pengerahan besar-besaran kekuatan militer Amerika Serikat (AS) ke wilayah tersebut.

Teheran memperingatkan, setiap bentuk serangan terhadap Iran sekecil apa pun skalanya akan dianggap sebagai deklarasi perang total dan akan dibalas dengan respons paling keras.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan, meskipun pihaknya berharap pengerahan armada AS tidak dimaksudkan untuk konfrontasi langsung, militer Iran telah menyiapkan skenario terburuk.

“Pengerahan militer ini, kami harap tidak dimaksudkan untuk konfrontasi nyata, tetapi militer kami siap untuk skenario terburuk. Inilah sebabnya mengapa semuanya dalam keadaan siaga tinggi di Iran,” ujar pejabat tersebut lewat The Independent dikutip Senin, 26 Januari 2026.

IKLAN

Ia menegaskan, Iran tidak akan membedakan jenis maupun skala serangan yang mungkin dilancarkan Washington.

“Kali ini kami akan menganggap setiap serangan terbatas, tak terbatas, terarah, kinetik, apa pun sebutannya sebagai perang habis-habisan melawan kami. Dan kami akan merespons dengan cara sekeras mungkin untuk menyelesaikan ini,” katanya.

Armada AS Kepung Timur Tengah

Eskalasi ketegangan akibat pergerakan gugus tempur kapal induk USS Abraham Lincoln beserta tiga kapal perusak pendamping, yang dilaporkan telah memasuki Samudra Hindia dan dijadwalkan tiba di Timur Tengah dalam beberapa hari ke depan.

Kehadiran armada tersebut akan menambah kekuatan militer AS di kawasan, yang sebelumnya telah menyiagakan tiga kapal tempur di Bahrain serta dua kapal perusak di Teluk Persia.

Secara keseluruhan, pengerahan ini membawa sekitar 5.700 personel militer tambahan ke kawasan Timur Tengah. Presiden AS, Donald Trump pada Kamis, 22 Januari 2026, membenarkan pergerakan armada tersebut.

Namun, ia menyatakan harapannya agar kekuatan militer itu tidak perlu digunakan. Meski demikian, Trump tetap melontarkan peringatan keras kepada Teheran. Khususnya, terkait program nuklir Iran serta penanganan terhadap demonstran di dalam negeri.

Iran Siap Perang

Menanggapi ancaman tersebut, Iran menegaskan tidak memiliki pilihan selain mengerahkan seluruh sumber daya pertahanannya demi menjaga kedaulatan dan integritas wilayah negara.

“Jika AS melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Iran, kami akan merespons,” tegas pejabat senior tersebut.

Ia menambahkan, Iran berupaya memulihkan keseimbangan kekuatan di kawasan untuk menghadapi ancaman militer yang dinilai terus-menerus datang dari Washington.

“Sebuah negara yang terus berada di bawah ancaman militer dari AS tidak punya pilihan lain. Selain memastikan, semua yang dimilikinya dapat digunakan untuk melawan,” tambahnya. (*)

Alan Ananami

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button