Lombok Tengah

Tersisa Rp2,5 Miliar, Dana BTT Lombok Tengah 2026 Kini di Titik Terendah

Mataram (NTBSatu) – Anggaran Dana Belanja Tak Terduga (BTT) Lombok Tengah, untuk penanggulangan bencana tahun 2026, mengalami penurunan signifikan hingga 64 persen, atau setara Rp4,5 miliar.

Dibanding dengan tahun sebelumnya, dana BTT Lombok Tengah sempat menyentuh angka Rp7 miliar, dan kini hanya dijatah sebesar Rp2,5 miliar.

Pemangkasan yang dilakukan memicu pertanyaan, mengenai skala prioritas, di tengah banyaknya bencana alam yang sedang terjadi.

Mengenai hal tersebut, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Lombok Tengah, L Taufikurrahman Pua Note, mengungkapkan jika dana BTT bukan satu-satunya sumber pendanaan saat terjadi bencana.

IKLAN

“Itu kan BTT itu sifatnya bukan satu-satunya anggaran kami untuk bencana,” ujarnya pada NTBSatu, Minggu, 25 Januari 2026.

Arman juga menambahkan, jika anggaran bersumber dari berbagai dinas, yang nantinya akan dibagi berdasarkan segmen kejadian bencana.

“Kami menganggarkan di dinas-dinas yang menangani bencana, baik itu Damkartan, di BPBD, maupun Dinas Sosial. Itu ada bantuan-bantuan berdasarkan segmennya, untuk masing-masing kejadian bencana,” lanjutnya.

Untuk penggunaan BTT, akan dilakukan jika dana dari anggaran rutin dinas-dinas teknis tersebut, tidak bisa menutupi kebutuhan mendesak.

Pemda Lombok Tengah Punya Celah Tambah Anggaran

Selain itu, Arman menjamin bahwa secara regulasi, Pemda Lombok Tengah selalu memiliki celah untuk menambah anggaran di situasi mendesak, sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 77 Tahun 2020, Tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah.

Adanya pemotongan anggaran dana BTT diakui Arman, merupakan pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Sehingga daerah melakukan penyesuaian besar-besaran.

Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, mengungkapkan jika dana BTT yang tersedia saat ini masih cukup memadai.

Tanggapan ini berdasarkan hasil survey di lapangan, bahwa bencana yang baru-baru ini terjadi, tidak mengakibatkan kerusakan parah seperti di tahun 2018 silam.

“InsyaAllah cukup dengan anggaran yang ada sekarang, kan tidak ada rumah yang amat sangat parah rusaknya, bila dibandingkan dengan bencana gempa bumi tahun 2018,” ujarnya melalui pesan tertulis pada NTBSatu, Minggu, 25 Januari 2026.

Hingga saat ini, BKAD mengatakan dana BTT Lombok Tengah sama sekali belum digunakan. Pemerintah berharap adanya dana di beberapa dinas teknis, bisa menjadi lapisan pertama pertahanan sebelum menggunakan dana BTT yang semakin menipis.

Sedangkan, DPRD Lombok Tengah Komisi II belum memberikan tanggapan apapun. Upaya konfirmasi dengan mendatangi gedung secara langsung, melalui pesan singkat dan panggilan telepon sudah dilakukan, namun belum membuahkan hasil.
(Inda)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button