Lombok Tengah

Seminggu tak Melaut Akibat Cuaca Buruk, Nelayan di Loteng Terpaksa Menganggur

Lombok Tengah (NTBSatu) –  Sudah seminggu lamanya dermaga di kampung nelayan, Desa Kuta, Lombok Tengah (Loteng) menjadi saksi bisu kegelisahan hati Supardi alias Amaq Kandar (45) dan Pak Murtawan (35).

Gelombang tinggi yang belakangan terjadi memaksanya untuk tak melaut, namun pada waktu yang sama biaya kebutuhan anak menjerit tak karuan.

Bagi Amaq Kandar, berdiam di darat merupakan peperangan batin, kegelisahan menyelimutinya setiap hari. Hal tersebut lantaran harus menanggung biaya kehidupan sehari-hari dan biaya sekolah kedua anaknya dalam kondisi tanpa pemasukan.

“Saya tidak tenang di darat karena menganggur dan tidak ada uang,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 22 Januari 2026.

IKLAN

Sementara itu, Amaq Kandar mengaku kesulitan di musim cuaca buruk ini karena melaut merupakan pekerjaan utama dan satu-satunya. Sehingga, Amaq Kandar dan Murtawan mengaku hanya bisa menganggur sambil menunggu cuaca bersahabat.

“Tidak ada harapan kalau cuaca buruk begini,” ujar Murtawan lesu.

Kondisi cuaca ekstrem yang memicu gelombang tinggi di laut membuat para nelayan tak berani mengambil resiko. Tanpa pemasukan, Amaq Kandar dan Murtawan kadang tidak bisa memberi uang saku kepada anak-anaknya.

“Karena tidak ada pemasukan, jadi kadang anak-anak tidak ada uang saku untuk sekolah,” jelasnya

Amaq Kandar memiliki dua orang anak yang masing-masing masih duduk di bangku SD dan SMA. Ia mengaku, sampai saat ini belum mendapatkan bantuan.

Meski sebelumnya pernah didata oleh petugas, namun sampai sekarang bantuan belum kunjung menyapanya. “Ada bantuan pemerintah tapi tidak menjangkau fakir miskin seperti kami,” ungkapnya pasrah.

Saat ini, Amaq Kandar dan Murtawan berharap cuaca lekas membaik agar mereka bisa kembali menjemput nafkah untuk keluarga di rumah. (Marwati)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button