Kabupaten Bima

Jalan Provinsi Retak di Parado Bima Disorot, PUPR Perkim Terjunkan Tim

Mataram (NTBSatu) – Hujan lebat yang melanda Kabupaten Bima dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan ruas jalan provinsi di Kecamatan Parado rusak parah hingga retak di sejumlah titik.

Jalan yang sebelumnya sudah pemerintah perbaiki beberapa tahun lalu, kini kembali hancur, berlubang, dan sulit kendaraan lalui. Kondisi ini berdampak pada aktivitas warga, mulai dari mobilitas harian hingga akses menuju fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan.

“Aktivitas ekonomi terganggu, akses pendidikan dan kesehatan terhambat. Serta, risiko kecelakaan terus mengintai setiap hari,” ungkap warga setempat, Ahmad Husni, Sabtu, 24 Januari 2026.

Warga menilai kerusakan jalan ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah, terutama terkait kualitas perencanaan dan pengawasan infrastruktur.

IKLAN

Jalan rusak tidak hanya meningkatkan risiko kecelakaan, tetapi juga menghambat kegiatan ekonomi masyarakat. Setiap hari, warga harus melewati jalur yang kondisinya semakin memburuk dan tidak lagi mendukung aktivitas mereka.

Ironisnya, proyek perbaikan jalan sebelumnya menggunakan anggaran yang tidak sedikit. Namun, hasil pengerjaan dinilai belum memenuhi standar kelayakan, sehingga masyarakat Parado kembali merasakan dampak langsung dari kerusakan jalan yang terjadi berulang kali.

Warga Parado menyampaikan kekecewaan dan mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut. Mereka meminta pemerintah memastikan pertanggungjawaban pihak terkait, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kami menuntut evaluasi total terhadap proyek perbaikan jalan tersebut, audit teknis, pembukaan kontraktor pelaksana, serta transparansi anggaran. Jika ditemukan kelalaian atau kesengajaan, maka harus ada sanksi tegas,” ungkapnya.

Penyebab Kerusakan

Sementara itu, Sekretaris Dinas PUPR Perkim NTB, Ilham Ardiansyah menjelaskan, kerusakan jalan terjadi akibat hujan deras dengan intensitas tinggi serta belum tersedianya drainase khusus di lokasi tersebut.

“Berdasarkan laporan lapangan, kerusakan kemungkinan besar terjadi karena intensitas curah hujan yang tinggi. Sementara, drainase khusus belum dibuat,” ujarnya, Sabtu, 24 Januari 2026.

Ilham menambahkan, kondisi tanah di sekitar jalan ikut mempengaruhi tingkat kerusakan. “Kemungkinan air masuk dari bawah, sehingga memicu terjadinya penurunan tanah,” jelasnya.

Saat ini, PPK Dinas PUPR Perkim NTB sudah turun ke lapangan untuk mengecek kondisi jalan secara langsung dan menyusun langkah penanganan selanjutnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya berencana mengusulkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan darurat. “Rencana kami akan mengusulkan melalui anggaran BTT untuk penanganan darurat,” tambahnya.

Selain itu, sebagai langkah sementara, Dinas PUPR Perkim NTB akan melakukan penggalian saluran serta menggeser trase jalan ke arah tebing. Namun, langkah tersebut mengharuskan relokasi tiang-tiang PLN terlebih dahulu.

“Untuk sementara dilakukan penggalian saluran dan pergeseran trase jalan ke arah tebing, tetapi harus relokasi terlebih dahulu tiang-tiang PLN. Kemudian akan menambah beberapa crossing gorong-gorong di bagian atas, tepatnya di tikungan setelah lokasi longsor, sebagai pembagi arus,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button