Sumbawa Hijau Lestari: 546 Ribu Bibit Pohon Telah Hijaukan 2.047 Hektare Lahan Kritis
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Program “Sumbawa Hijau Lestari” yang digagas pasangan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot dan Drs. H. Mohamad Ansori mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pemulihan ekosistem.
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Sumbawa, Ivan Indrajaya mengungkapkan, hingga awal tahun 2026, tercatat sebanyak 546.160 bibit pohon telah berhasil ditanam di atas lahan kritis seluas 2.047 hektar.
Ivan menegaskan, angka ini merupakan buah dari kolaborasi masif antara pemerintah, aparat keamanan, dan partisipasi aktif masyarakat.
“Target kita bukan sekadar menanam, tapi memastikan lahan kritis kembali produktif dan mampu menjadi daerah tangkapan air,” ujar Ivan kepada NTBSatu, Selasa, 20 Januari 2026.
Keberhasilan penanaman ini dibarengi dengan pengamanan ketat melalui intruksi langsung Jarot-Ansori untuk membentuk Tim Satgas Hutan yang terdiri dari personel Polres Sumbawa, TNI, dan KPH selaku perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi NTB.
“Satgas ini dibentuk untuk memutus mata rantai illegal logging yang selama ini menjadi penyebab utama banjir di wilayah hilir,” jelasnya.
Satgas Hutan ini juga mendapat dukungan fasilitas dalam menjalankan tugasnya, yang difasilitasi oleh Jarot-Ansori yakni lima kendaraan motor trail dan mobil 4×4 untuk memantau rutin keadaan hutan.
“Segala bentuk kebutuhan operasional tim ketika turun, seperti bensin, makan, minum, dan akomodasi, itu semua kita pemda yang tanggung,” tambahnya.
Ivan menceritakan ketegasan tim di lapangan, mulai dari patroli hingga subuh di wilayah Lenangguar di dalam kawasan hutan.
“Siapa pun yang tertangkap menebang secara ilegal akan diproses pidana. Dampak kerusakan ini nyata, dan kita tidak ingin Sumbawa dihantam banjir akibat hutan hulu yang gundul,” tegasnya.
Strategi Pemkab Sumbawa tergolong unik karena mengedepankan pendekatan kesejahteraan. Ivan menjelaskan, masyarakat yang berkomitmen menjaga dan merawat pohon di lahan kritis hingga tumbuh diberikan kompensasi berupa bantuan ternak.
“Di Kecamatan Lantung, ada warga yang menanam kemiri dalam jumlah besar langsung mendapatkan bantuan sapi dari Pak Bupati hari itu juga. Selain itu, seluruh kebutuhan pagar dan kawat untuk melindungi tanaman ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah,” tambah Ivan.
Keberhasilan penanaman setengah juta bibit ini membuat Kabupaten Sumbawa menjadi role model bagi daerah lain di NTB, seperti KSB dan Lombok, yang mulai mereplikasi SK Satgas Hutan milik Kabupaten Sumbawa.
Selain di kawasan hutan, penghijauan juga menyasar sektor pendidikan melalui gerakan “Satu Siswa Satu Pohon” yang diwajibkan bagi siswa sekolah dasar.
Ivan memaparkan jenis bibit yang disalurkan meliputi tanaman kehutanan seperti Sengon dan Kemiri, serta tanaman buah produktif seperti Durian, Mangga, Nangka, dan Alpukat.
“Dalam waktu dekat, penanaman akan kami perluas ke wilayah Mata Tarano, Plampang, dan Moyo Utara dan masih banyak lagi, untuk memastikan target pemulihan lahan kritis terus meningkat,” tutupnya. (*)



