Pendapatan Daerah Tembus 140 Persen, Sumbawa Barat Raih Peringkat 1 Nasional
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pendapatan daerah Kabupaten Sumbawa Barat mencatat 140 persen pada tahun anggaran 2025, dan menempatkannya sebagai peringkat 1 nasional pengelolaan keuangan daerah.
Capaian ini mencerminkan keberhasilan pemerintah daerah dalam mengelola anggaran secara optimal, terukur, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Selain lonjakan pendapatan, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumbawa Barat juga menunjukkan performa sangat tinggi.
Hingga 2025, tingkat serapan anggaran mencapai 91,88 persen dari total APBD sebesar Rp2,2 triliun. Angka realisasi tersebut menegaskan, konsistensi pemerintah daerah dalam menggerakkan program pembangunan dan pelayanan publik secara efektif.
Pengelolaan anggaran yang terarah ini mendorong pemanfaatan dana publik secara maksimal. Pemkab Sumbawa Barat memfokuskan belanja daerah pada sektor prioritas, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan dasar, hingga penguatan tata kelola pemerintahan. Pendekatan ini turut memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah.
Pengelolaan Anggaran Efektif dan Akuntabel
Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., menegaskan, capaian keuangan daerah tidak hanya mengejar angka semata, tetapi juga menuntut tanggung jawab dan keterbukaan.
“Capaian tinggi harus ditopang oleh laporan keuangan yang rapi, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya, Selasa, 20 Januari 2026.
Menjelang akhir Januari, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan memulai tahapan audit atas laporan keuangan pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mendorong seluruh perangkat daerah untuk menyiapkan laporan keuangan secara tertib, lengkap, serta tepat waktu.
Setiap organisasi perangkat daerah juga perlu melakukan pengecekan ulang data keuangan guna memastikan kesesuaian antara perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan anggaran. Langkah persiapan audit ini memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas tata kelola keuangan daerah.
Pemerintah daerah menargetkan keberlanjutan prestasi melalui pencapaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut.
Target tersebut mencerminkan komitmen kuat terhadap prinsip akuntabilitas, transparansi, dan pengelolaan keuangan yang profesional.
Dengan pendapatan daerah yang melampaui target nasional, serapan anggaran yang tinggi, serta kesiapan menghadapi audit BPK, Kabupaten Sumbawa Barat terus memperkuat posisinya sebagai daerah dengan kinerja keuangan terbaik di tingkat nasional. (*)



