Lombok Tengah

Dinkes dan BPOM Uji Sampel Menu MBG Penyebab Insiden Keracunan di Lombok Tengah

Lombok Tengah (NTBSatu) – Kasus dugaan keracunan massal makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Darmaji, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, masuk tahap pemeriksaan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Lombok Tengah bergerak cepak menangani insiden yang yang menimpa 37 siswa dan seorang guru. Dengan menyerahkan sampel menu MBG ke Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk uji laboratorium mendalam.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, Dr. Suadi mengatakan, dugaan sementara penyebab keracunan MBG, yaitu susu kedaluwarsa. Namun, untuk pembuktian lebih lanjut masih menunggu kepastian dari BPOM, menyusul ada laporan gejala mual, muntah, dan pusing pada siswa.

“Informasi sementara, adanya susu kedaluwarsa. Tapi untuk kepastiannya, nanti kita tunggu pemeriksaan dari Balai POM,” jelasnya kepada NTBSatu, Senin, 19 Januari 2026.

IKLAN

Sementara itu, Humas BPOM Mataram, Sitha Hendriyanto mengonfirmasi, pihaknya sudah menerima sampel. Namun, belum ada hasil karena masih dalam tahap pemeriksaan.

“Saat ini masih tahap pemeriksaan atau investigasi, karena sampel baru masuk ke kami,” jelasnya

Adapun hasil pengujian laboratorium akan tersedia maksimal dalam tujuh hari kerja. Berkenaan dengan hal tersebut, untuk mencegah terjadinya hal serupa, Dinas Kesehatan Lombok Tengah membentuk tim pengawasan. Tujuannya, untuk pengawasan yang lebih ketat terhadap menu MBG.

“Jadi untuk pengawasan, kita sampaikan ke Puskesmas dan dinas kesehatan, sudah dibentuk tim untuk pengawasan yang lebih kuat,” kata Suardi.

Adapun tugas dari tim tersebut, yaitu pencegahan dan pengambilan sampel air dan makanan rutin di seluruh dapur MBG yang beroperasi di Lombok Tengah.

Penjelasan Kepala Sekolah

Sebagai informasi, Kepala SDN 1 Darmaji, Nurminah, S. Pd., memberikan keterangan terkait kronologi insiden keracunan. 

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 17 Januari 2026 sekitar pukul 09.30 Wita. Nurminah menjelaskan, pembagian MBG kepada siswa pukul 08.00 Wita usai kegiatan senam bersama.

Namun, setelah para siswa konsumsi, Nurminah baru mendapatkan informasi di grup WhatsApp sekolah penerima MBG, susu yang dibagikan sudah kedaluwarsa pada tanggal 16 Januari 2026.

Setelah itu, ia langsung keluar untuk memeriksa keadaan para siswa yang sudah terlanjur menyantap menu MBG. Pada pukul 09.30 Wita, para siswa mengeluhkan sakit perut dan menangis.

“Langsung kita bawa ke Puskesmas. Ada yang dibawa ke Puskesmas Pengadang, tapi karena sudah full di sana, jadinya ada yang dibawa ke Puskesmas Muncan,” jelas Nurminah.

Adapun total korban terdampak mencakup 38 orang dari SDN 1 Darmaji dan MI Hidayatussolihin. Saat ini, Dinas Kesehatan Lombok Tengah melaporkan, kondisi para korban sudah membaik dan sudah bisa beraktivitas seperti biasa.

“Alhamdulillah semua korban sudah membaik dan kita kasih pulang,” jelas Suardi.

Terkait distribusi MBG oleh SPPG Nusantara Jaya Catering Kopang, saat ini libur sementara selama satu minggu.

“Saat ini kami tidak mendapatkan MBG karena SPPG-nya tutup sementara. Perkiraan sampai satu minggu ke depan, katanya untuk evaluasi secara keseluruhan,” jelas Nurminah. (Marwati)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button