Lombok Utara

Kampung Kurma Gangga Dilirik Jadi Penopang Ekonomi Haji Nasional

Lombok Utara (NTBSatu) – Kawasan Kampung Kurma di Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, mulai dilirik sebagai bagian dari potensi pengembangan ekosistem ekonomi haji nasional.

Hal itu mengemuka dalam kunjungan kerja Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, K.H. Muhammad Irfan Yusuf. Kunjungannya mendapat sambutan langsung dari Sekretaris Daerah Lombok Utara, Sahabudin, Sabtu, 17 Januari 2026.

Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi agenda silaturahmi kelembagaan, tetapi juga membuka ruang diskusi strategis terkait peluang daerah dalam mendukung kebutuhan jemaah haji Indonesia, khususnya dari sektor pertanian.

Sekda Lombok Utara, Sahabudin menegaskan, karakter ekonomi daerah masih bertumpu pada sektor pertanian. Sehingga pengembangan komoditas bernilai tinggi menjadi prioritas pembangunan ke depan. Salah satunya adalah kurma yang kini berhasil masyarakat di Kampung Kurma Gangga budidayakan.

IKLAN

“Kampung Kurma menunjukkan bahwa Lombok Utara tidak hanya memiliki potensi pariwisata, tetapi juga kekuatan agribisnis yang bisa masyarakat kembangkan secara berkelanjutan,” ujar Sahabudin.

Ia menjelaskan, dari sekitar 30 pohon kurma yang telah produktif, panen dapat dilakukan dua kali dalam setahun dengan nilai ekonomi yang cukup menjanjikan. Ia menilai, kondisi ini dapat menjadi embrio pengembangan ikon ekonomi baru berbasis pertanian religi di Lombok Utara.

Pemerintah daerah, lanjut Sahabudin, mendorong agar sektor pertanian, pariwisata, dan perikanan saling terintegrasi dalam mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat. Dalam konteks itu, keterlibatan Lombok Utara dalam ekosistem ekonomi haji sangat relevan.

Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah RI, K.H. Muhammad Irfan Yusuf menyampaikan, penguatan ekonomi haji merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah pusat mendorong agar kebutuhan jemaah haji, termasuk konsumsi pangan, dapat terpenuhi dari produksi dalam negeri.

“Dengan inovasi dan teknologi pertanian, tidak ada yang mustahil. Termasuk menjadikan kurma dari NTB sebagai bagian dari konsumsi jemaah haji Indonesia di masa mendatang,” ujarnya.

Ia menilai, inisiatif daerah seperti Kampung Kurma Gangga menjadi contoh konkret bagaimana ekonomi umat dapat dibangun dari desa, sekaligus mendukung program nasional di sektor haji dan umrah. (Zani)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button