Pemkab Sumbawa Luncurkan Bale Mula, Perkuat UMKM dan Wirausaha Muda
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa, meluncurkan program Bale Mula. Salah satu rangkaian perayaan HUT ke-67 Kabupaten Sumbawa.
Peluncuran ini berlangsung pada Car Free Night (CFN) di Lapangan Pahlawan, Sabtu malam, 17 Januari 2026. Program Bale Mula untuk memperkuat ekosistem UMKM dan mendorong pertumbuhan wirausaha muda di daerah.
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan SDA Setda Sumbawa, Ivan Indrajaya menjelaskan, Bale Mula dirancang sebagai program strategis untuk menjembatani pelaku UMKM dengan pemodal dan calon investor.
“Program ini menargetkan penguatan ekosistem usaha mulai dari tahap persiapan, pendampingan, hingga akses permodalan dan pasar,” jelas Ivan.
Ia menyebutkan, kegiatan Launching Bale Mula, menghadirkan beragam agenda pemberdayaan ekonomi masyarakat. Di antaranya: bazar UMKM, Coffee Night, lomba stand up comedy, serta peluncuran Bale Mula.
Kemudian, sekitar 400 pelaku UMKM ikut berpartisipasi dengan dukungan 15 BUMN dan BUMD, dan kegiatan ini menarik sekitar 1.000 pengunjung.
Ivan menambahkan, panitia Coffee Night menyajikan kopi gratis yang disiapkan 32 barista binaan BLK Kabupaten Sumbawa. Kegiatan ini juga sebagai wadah untuk mempromosikan potensi kopi lokal Sumbawa.
Bagian dari Komitmen Pemkab Sumbawa
Sementara itu, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot menegaskan, Bale Mula menjadi bagian dari komitmen Pemkab Sumbawa. Program ini untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan mendorong wirausaha muda.
“Peringatan HUT ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk menegaskan arah pembangunan. Kita tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun manusia dan ekosistem ekonominya,” kata Bupati Jarot.
Bale Mula, menurut Bupati Jarot, merupakan singkatan dari Balai atau Uma Entrepreneur Muda Milenial. Fungsi dari program ini sebagai ruang pembinaan bagi anak muda, pelaku UMKM, pengusaha rintisan, hingga pelaku ekonomi digital agar mereka bisa menjalankan usahanya secara lebih tertata dan berkelanjutan.
“Bale Mula tidak menjanjikan hasil instan. Pemerintah membangun proses mulai dari ide usaha, penataan manajemen dan legalitas, hingga menghubungkan pelaku usaha dengan pemodal dan peluang investasi,” jelasnya.
Program Bale Mula disusun melalui kolaborasi lintas sektor, melibatkan perangkat daerah, perbankan, akademisi, dunia usaha, komunitas, serta forum UMKM.
“Sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam pembangunan ekonomi daerah,” tegas Bupati Jarot.
Selain itu, peluncuran Bale Mula bersamaan dengan Coffee Night juga menjadi upaya memecahkan rekor MURI dengan penyajian 300 ribu cangkir kopi, simbol penguatan ekonomi lokal berbasis potensi daerah.
“Dengan mengucapkan basmalah, secara resmi kami meluncurkan Bale Mula dan mengajak seluruh pihak mendukung program ini sebagai ruang kolaborasi dan pengembangan ekonomi masyarakat,” tutupnya. (*)



