Pemerintahan

Gubernur Iqbal Buka Keran BTT, Tangani Korban Banjir Lombok Barat

Mataram (NTBSatu) – Bencana banjir melanda Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Selasa, 13 Januari 2026.

Bencana tersebut berdampak pada 570 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.711 jiwa. Serta, satu orang meninggal dunia. Dampak lain dari bencana banjir ini, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, untuk rumah warga yang mengalami kerusakan, pemerintah akan menetapkan status tanggap darurat melalui Surat Keputusan (SK). Tujuannya, supaya Pemprov bisa menggunakan anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT) untuk penanganannya.

“Agar penanganannya dapat dilakukan bersama melalui belanja tidak terduga Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Barat,” kata Iqbal saat meninjau langsung ke lokasi banjir, Rabu, 14 Januari 2026.

IKLAN

Penanganan Banjir Sekotong

Gubernur Iqbal mengatakan, penanganan banjir di Sekotong secara bertahap dengan memetakan kebutuhan jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang. Pada tahap awal, pemerintah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

“Kebutuhan jangka pendek yang paling mendesak adalah kebutuhan dasar masyarakat, seperti selimut, sembako, dan perlengkapan hidup lainnya. Bantuan sudah disalurkan oleh Pemkab Lombok Barat, Pemprov NTB, serta Baznas Provinsi,” ujar Iqbal.

Selain penyaluran bantuan logistik, penanganan darurat berfokus pada pembersihan drainase dan sungai yang mengalami sedimentasi.

Pemprov NTB bersama Pemkab Lombok Barat sepakat mendatangkan peralatan berat, termasuk ekskavator dari provinsi. Tujuannya, untuk mempercepat normalisasi saluran air melalui PUPR provinsi dan BWS Nusa Tenggara I dan melibatkan masyarakat ikut gotong royong membersihkan saluran drainase.

“Kita sepakat membersihkan drainase terlebih dahulu karena curah hujan masih tinggi. Balai Wilayah Sungai (BWS) juga akan menurunkan alat berat untuk mengeruk sedimentasi yang sementara dimanfaatkan sebagai tanggul darurat,” jelasnya.

Gubernur Iqbal menegaskan, solusi jangka pendek seperti peninggian tanggul tidak akan efektif tanpa penanganan di wilayah hulu. Ia menilai, kerusakan lingkungan dan berkurangnya daerah resapan air di perbukitan menjadi penyebab utama terjadinya sedimentasi.

“Untuk jangka menengah dan panjang, kita harus memperbaiki kondisi bukit-bukit yang sudah gundul. Jika hulunya tidak dibenahi, banjir akan terus berulang,” tegasnya.

Ia juga meminta pemerintah desa lebih selektif dalam mengeluarkan rekomendasi pemanfaatan lahan yang berpotensi berdampak terhadap lingkungan.

Sementara itu, terkait kerusakan infrastruktur jalan, Gubernur Iqbal menjelaskan, perbaikannya telah masuk dalam usulan peningkatan jalan daerah. Namun, pelaksanaannya secara bertahap sesuai kemampuan fiskal dan skala prioritas pembangunan.

“Selama ini kita memprioritaskan jalan logistik. Ke depan, kawasan ini akan kita perlakukan sebagai jalur penunjang pariwisata dan akan kita review percepatan penanganannya,” ujarnya.

Salurkan Bantuan ke Daerah Terdampak

Dalam penanganan bencana ini, sejumlah perangkat daerah dan lembaga turut menyalurkan bantuan. Baznas Provinsi NTB menyalurkan bantuan berupa air bersih, beras, dan kebutuhan pokok lainnya.

Kemudian, Dinas Kesehatan Provinsi NTB memberikan bantuan berupa 50 paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil, 100 paket PMT balita, satu sak penjernih air, 50 kilogram kaporit, dan 50 saset abate.

Selanjutnya, Dinas Sosial Provinsi NTB menyalurkan bantuan logistik berupa beras 100 kilogram, mie instan 10 dus, minyak goreng 15 liter, gula pasir 15 kilogram, kecap manis 10 botol, saus sambal 10 botol, kasur 10 lembar, selimut 10 lembar, terpal 8 lembar, family kit 10 paket, kids ware 10 paket, serta tenda gulung 10 lembar.

Selain itu, Dinas Sosial juga menyalurkan bantuan tambahan berupa 48 paket makanan anak, 75 paket makanan siap saji, 20 paket kids ware, dan 20 paket family kit. Kemudian, 38 lembar tenda gulung, 25 lembar selimut, dan 20 unit kasur untuk mendukung kebutuhan hunian sementara dan perlengkapan tidur warga terdampak.

Dukungan juga datang dari APBD Kabupaten Lombok Barat berupa bahan kebutuhan harian. Di antaranya saus sambal 10 botol, kecap manis 10 botol, gula pasir 15 kilogram, mie instan 10 dus, serta beras 10 kilogram.

“Sementara itu, BPBD Provinsi NTB menyalurkan bantuan air bersih, mie instan 20 dus, dan terpal 3 lembar. Dari Desa Persiapan Pengantap turut disalurkan bantuan berupa mie goreng 5 dus, mie kuah 5 dus, air mineral 5 dus, serta paket sandang sebanyak 25 paket,” tutupnya. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button