PendidikanSumbawa

Sekolah Rakyat Dasar Sumbawa Belum Buka Penerimaan Siswa Baru, Tunggu Kesiapan Lahan Permanen

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Sekolah Rakyat Dasar (SRD) Sumbawa, belum membuka penerimaan siswa baru secara luas. Sebab, masih menunggu kesiapan lahan dan gedung permanen serta belum terbitnya regulasi teknis.

Kepala Sekolah Rakyat Dasar Sumbawa, Nani Indrawati mengatakan, pihak sekolah masih menunggu kepastian kebijakan lanjutan dari Pemerintah Pusat. Sekaligus, kesiapan pemerintah daerah dalam menyiapkan bangunan permanen.

“Untuk saat ini kami belum membuka penerimaan siswa baru karena regulasi teknis belum terbit dan gedung permanen masih dalam tahap persiapan. Jika bangunan sudah siap, tentu jumlah siswa akan kami tambah,” kata Nani kepada NTBSatu, Rabu, 14 Januari 2026.

Nani menjelaskan, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Dasar Sumbawa saat ini masih dalam tahap kajian. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa bersama kementerian terkait tengah mempertimbangkan dua lokasi, yakni di kawasan Serading dan sekitar Pertamina Badas.

IKLAN

Pemerintah masih harus menyelesaikan sejumlah persyaratan lahan, sebelum menetapkan lokasi pembangunan. Ia menegaskan, kesiapan sarana dan prasarana menjadi kunci percepatan pembukaan penerimaan siswa baru Sekolah Rakyat Dasar Sumbawa.

“Kami berharap pemerintah daerah segera menuntaskan persyaratan lahan, agar Sekolah Rakyat Dasar Sumbawa dapat membuka penerimaan siswa baru dan menjangkau lebih banyak anak,” ujarnya.

Meski belum membuka pendaftaran siswa baru, Nani memastikan proses pembelajaran di Sekolah Rakyat Dasar Sumbawa tetap berjalan normal.

Sekolah telah melewati Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama dua minggu, serta masa persiapan selama tiga bulan sebelum menerapkan pembelajaran reguler seperti sekolah dasar pada umumnya.

Fasilitas Sekolah Rakyat Dasar Sumbawa

Dalam menunjang kegiatan belajar mengajar, Sekolah Rakyat Dasar Sumbawa telah memiliki sejumlah fasilitas pendukung. Sekolah menerima tiga unit smart board, masing-masing satu unit untuk setiap kelas, guna mendukung pembelajaran berbasis visual dan digital.

“Anak-anak lebih cepat memahami materi melalui pembelajaran visual. Smart board sangat membantu guru dan siswa dalam proses belajar,” jelas Nani.

Selain itu, setiap siswa juga menerima satu unit laptop yang digunakan khusus untuk kegiatan pembelajaran di sekolah. Pihak sekolah menerapkan pengawasan ketat, mengingat siswa masih berada di jenjang sekolah dasar.

Sekolah Rakyat Dasar Sumbawa juga menerapkan sistem asrama dengan aktivitas harian yang terstruktur. Setiap pagi, siswa memulai kegiatan dengan bangun pagi, salat, senam, sarapan, dan apel pagi sebelum mengikuti proses pembelajaran.

“Pada sore hari, siswa mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler sesuai jadwal,” tambahnya.

Pada akhir pekan, sekolah menitikberatkan pembinaan life skill dan social skill. Guru mengajarkan kemandirian, seperti merapikan tempat tidur, mengatur pakaian, hingga mencuci sendiri, sekaligus menanamkan nilai saling menghargai, anti-perundungan, dan anti-kekerasan.

“Semua program ini kami rancang untuk membentuk karakter dan kemandirian anak-anak,” katanya.

Dari sisi perlengkapan, sekolah telah menyalurkan seragam lengkap kepada seluruh siswa, mulai dari seragam merah putih, pramuka, hingga pakaian khas Sekolah Rakyat yang dilengkapi baret.

Nani menambahkan, secara nasional Presiden menargetkan pendirian 500 Sekolah Rakyat di Indonesia. Program ini untuk memperluas akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sekaligus menyiapkan lulusan yang siap melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button