Pemerintahan

Banjir di Lombok Barat Makan Korban Jiwa, Gubernur NTB Perintahkan Penanganan Cepat

Mataram (NTBSatu) – Bencana banjir melanda Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah pada Selasa malam, 13 Januari 2026.

Di Kabupaten Lombok Barat, banjir terjadi di Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong. Bencana tersebut berdampak pada 570 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.711 jiwa. Serta, satu orang meninggal dunia.

“Dilaporkan oleh BPBD, korban meninggal dunia adalah seorang warga bernama Ibu NR (69 tahun) yang berasal dari Sekotong,” kata Kepala Diskominfotik NTB, Ahsanul Khalik, Rabu, 14 Januari 2026.

Sementara di Lombok Tengah, banjir terjadi di Kecamatan Praya Barat Daya meliputi Desa Montong Ajan dan Desa Kabul.

IKLAN

Aka, sapaan Ahsanul Khalik menyampaikan, berdasarkan data sementara hingga pukul 23.00 Wita, di Desa Montong Ajan tercatat 50 KK terdampak dengan 50 unit rumah terendam.

“Sedangkan di Desa Kabul terdapat 250 KK terdampak dengan 250 unit rumah terendam. Pendataan di Selong Belanak masih terus dilakukan oleh tim di lapangan,” ujarnya.

Juru Bicara Pemprov NTB ini menyampaikan, Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal sudah memerintahkan jajaran BPBD, Dinas Sosial, Baznas NTB, serta Dinas Kesehatan Provinsi NTB untuk bergerak cepat menangani dampak banjir

“Gubernur meminta seluruh perangkat daerah terkait memastikan langkah-langkah darurat berjalan. Serta, semua upaya yang bisa dilakukan untuk meringankan beban warga terdampak segera dilaksanakan,” tegasnya.

Terjunkan Tim Kesehatan dan Salurkan Bantuan

Aka menjelaskan, langkah awal yang telah dilakukan adalah koordinasi intensif antara BPBD Provinsi NTB dengan BPBD Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah. Termasuk, pelaksanaan asesmen langsung ke lokasi terdampak serta diseminasi informasi kebencanaan. Personel TRC-PB, unsur TNI/Polri, aparatur desa/kecamatan, serta masyarakat turut dilibatkan untuk memastikan respons lapangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Lalu Hamzi Fikri memastikan, kesiapan tim kesehatan beserta sarana prasarana penanganan darurat untuk mengantisipasi dampak kesehatan pascabanjir.

Pemprov NTB memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. Terutama kebutuhan mendesak seperti terpal, matras, makanan siap saji, serta kebutuhan bayi dan anak.

“Personel BPBD, Tagana, dan tenaga kesehatan diperintahkan untuk siaga penuh. Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat tertangani dengan baik, dan keselamatan warga menjadi yang utama,” tambah Aka.

Kepala BPBD Provinsi NTB, Sadimin terus melaporkan perkembangan terkini di lapangan, termasuk kondisi banjir yang belum surut dan kebutuhan mendesak warga. Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, Masyhuri bersama Baznas NTB juga melaporkan kesiapan dukungan logistik dan penyaluran bantuan. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button