Kemensos Buka Seleksi Siswa Baru Sekolah Rakyat Februari 2026
Mataram (NTBSatu) – Kementerian Sosial (Kemensos) akan membuka seleksi siswa baru Sekolah Rakyat, untuk tahun ajaran 2026/2027 mulai Februari 2026.
Program ini memberi kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, untuk mengakses pendidikan gratis dan berkualitas. Selanjutnya, Kemensos menyiapkan proses seleksi seiring peningkatan jumlah sekolah yang siap beroperasi.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan, Kemensos memulai tahapan seleksi bersamaan dengan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat. Program ini mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA.
“Persiapan mulai Februari kita akan berproses untuk seleksi siswa baru, SD, SMP, SMA. Jumlahnya tergantung gedung permanen yang mulai dibangun tahun ini,” ungkap Gus Ipus, mengutip Kompas.com, Sabtu, 10 Januari 2026.
Pada tahun 2026, pemerintah merencanakan pembangunan 104 gedung permanen Sekolah Rakyat yang tersebar pada berbagai provinsi. Kemudian, Kementerian Pekerjaan Umum mengerjakan proyek ini sesuai arahan Presiden, termasuk pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar seperti Anambas, Kepulauan Riau.
“Kalau misalnya sekarang lagi berproses kira-kira ini ya sesuai arahan Presiden dan ini yang mengerjakan PU sudah, ada 104 titik sekolah rakyat yang gedung permanenya mulai dibangun tahun ini,” katanya.
Gus Ipul menambahkan, rencana penambahan sekitar 100 sekolah hingga tahun 2027. Kemudian, target ini membuka peluang peningkatan jumlah sekolah permanen menjadi sekitar 200 titik.
“Tahun 2026 ini, tambah 100 lagi kira-kira sampai tahun 2027 ini ya kalau lancar ada 200 titik,” sambungnya.
Setiap sekolah permanen menampung sekitar 1.000 siswa dan menerima sekitar 300 siswa baru setiap tahun. Pemerintah memproyeksikan daya tampung siswa baru mencapai sekitar 60.000 orang pada tahun 2027.
Syarat Calon Siswa Sekolah Rakyat
Melansir Detik.com, Sabtu, 10 Januari 2026, Kemensos menetapkan empat kriteria utama bagi calon siswa Sekolah Rakyat:
- Calon siswa berasal dari keluarga miskin atau miskin ekstrem kategori desil 1 atau desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional;
- Calon siswa memiliki motivasi belajar tinggi dan keinginan berkembang meskipun prestasi akademik sebelumnya terbatas;
- Orang tua atau wali siap bekerja sama dengan pihak sekolah serta mendukung proses pendidikan anak;
- Calon siswa memenuhi syarat kesehatan jasmani dan rohani sesuai hasil pemeriksaan kesehatan.
Melalui program ini, Kemensos berharap Sekolah Rakyat mampu menjadi solusi nyata pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. (*)



