Ratusan Rumah Warga di Bima Terendam Banjir
Bima (NTBSatu) – Hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang mengakibatkan banjir yang melanda tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Bima pada Kamis, 8 Januari 2025.
Berdasarkan informasi BPBD Provinsi NTB, peristiwa tersebut mengakibatkan ratusan rumah warga terendam dan sejumlah akses jalan tergenang banjir.
Rinciannya, 294 unit rumah di Kecamatan Bolo, satu akses jalan lintas Tente- Parado sepanjang 205 meter di Kecamatan Monta. Serta, satu akses jalan provinsi lintas Sila-Donggo di Kecamatan Soromandi.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Ir. H. Ahmadi melaporkan, penyebab banjir di Kabupaten Bima akibat curah hujan yang lebat disertai kilat dan angin kencang.
“Terjadi bencana banjir akibat derasnya air dari gunung, menyebabkan debit air sungai meningkat. Sehingga, air meluap membanjiri permukiman dan jalan raya serta lahan pertanian,” jelasnya.
Kondisi tersebut menyebabkan luapan air dengan ketinggian 30 sentimeter hingga 70 sentimeter di Desa Simpasai, Kecamatan Monta. Kemudian, luapan air dengan ketinggian 10 sentimeter hingga 40 sentimeter di Desa Nggembe, Kecamatan Bolo, dan Desa Bajo, Kecamatan Soromandi.
Selain rumah warga dan akses jalan, empat unit lapak jualan milik warga juga terdampak banjir di Desa Bajo. Hingga saat ini, syukurnya tidak ada korban jiwa.
Sebagai bentuk reaksi cepat, tim BPBD Bima melakukan koordinasi dengan Camat, Kapolsek, Koramil, dan desa setempat. Tujuannya, untuk pendataan dan penanganan darurat terhadap korban terdampak.
Ahmadi juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem, serta bencana yang terjadi dan segera melapor jika terdapat kejadian serupa.
“Masyarakat juga tetap waspada terhadap cuaca ekstrem serta bencana yang terjadi seperti banjir, angin puting beliung, dan lain-lain. Dan segera melapor ke BPBD setempat,” ujarnya.
Curah Hujan Meningkat
Menurut informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), saat ini wilayah Provinsi NTB waspada peningkatan curah hujan, pada 9-15 Januari 2026.
Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer BMKG, saat ini terpantau adanya gangguan atmosfer. Hal tersebut mampu menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem di sekitar wilayah Provinsi NTB.
Oleh karena itu, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi ZAM, Satria Topan Primadi, S.Si., mengimbau kepada masyarakat yang tinggal dan beraktifitas di wilayah rawan bencana untuk tetap waspada dan selalu memonitor update informasi BMKG.
“Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah rawan bencana diimbau agar terus waspada dan siaga. Terutama saat terjadi hujan lebat, untuk mengantisipasi dampak yang dapat terjadi. Serta, selalu memperhatikan update informasi cuaca ekstrem dari BMKG ZAM,” ujarnya. (Marwati)



