Alasan Gubernur Iqbal Rombak Direksi PT BPR NTB Meski Sumbang Deviden: Tidak Sesuai Harapan

Mataram (NTBSatu) – PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) NTB menyumbang deviden Rp9,7 miliar yang masuk ke kas daerah, pada tahun buku 2024.
Meski demikian, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal tetap merombak sejumlah direksi dan komisaris PT BPR. Adapun pengurus yang mengalami pergantian adalah Ketut Sudharmana sebagai Direktur Utama, H. Usman sebagai Direktur Operasional, Lalu Nofian Hadi Saputra sebagai Komisaris Utama, dan M. Abduh sebagai Komisaris Non Independen.
Alasan Iqbal mengganti sejumlah nama di jajaran pengurus perusahaan milik daerah ini, karena tidak sesuai harapannya.
“Belum sesuai harapan, sebab pengelolaan BPR macam-macam banyak catatan tidak hanya satu,” kata Iqbal, Selasa, 29 Juli 2025.
Menurut Mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki ini, pengurus PT BPR NTB harus memiliki performa yang lebih baik. Terutama dalam hal pengelolaan keuangan.
“Kita butuh performance yang lebih baik, kita butuh orang-orang yang lebih bagus penempati pengurus ini,” tuturnya.
Sebelumnya, kinerja keuangan PT BPR NTB Perseroda, menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Hal ini terlihat dari peningkatan setoran dividen kepada Pemerintah Provinsi NTB sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP).
Berdasarkan hasil rekapnya, deviden BPR NTB ke Pemprov NTB terus mengalami peningkatan dari tahun tahun sebelumnya.
Pada tahun buku 2022, BPR NTB hanya menyetor Rp7.678.218.172 kepada Pemprov NTB. Kemudian, pada tahun 2023 mengalami peningkatan. Jumlah deviden yang disetorkan Rp8.129.568.046. Selanjutnya, pada tahun Buku 2024, juga mengalami peningkatan, yaitu Rp9.717.272.615.
“Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Deviden yang disetorkan ini masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD),” kata Direktur Utama BPR NTB Perseroda, Sudharmana, Senin, 14 Juli 2025. (*)