Pemerintah Siapkan Anggaran Renovasi Rumah, Fahri Hamzah: Satu Unit Dijatah Rp21,8 Juta

Jakarta (NTBSatu) – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah mengungkapkan, anggaran untuk program renovasi 3 juta rumah sudah siap.
Kesiapan anggaran tersebut, kata Fahri, berdasarkan hasil dari koordinasi intensif dengan Kementerian Keuangan.
Menurutnya, setiap unit rumah akan mendapatkan alokasi dana sebesar Rp21,8 juta. Terdiri dari Rp1,8 juta untuk biaya operasional dan perencanaan, serta Rp20 juta untuk proses renovasi fisik.
“Dari Rp20 juta itu, Rp2,5 juta akan diberikan langsung kepada pemilik rumah. Sedangkan Rp17,5 juta untuk pengadaan bahan bangunan,” jelas Fahri dalam acara Festival Pamer Kampung Kota di Yogyakarta, Minggu, 13 Juli 2025.
Ia menuturkan, dari program 3 juta rumah, pemerintah tengah menyiapkan program renovasi besar-besaran terhadap 2 juta unit rumah di seluruh Indonesia. Program ini setara dengan pembangunan baru dalam hal dampak dan skala pengerjaan.
“Sekarang itu Presiden minta dua juta rumah direnovasi,” ujar Fahri.
Menariknya, pemerintah juga merancang skema partisipatif dalam distribusi bahan bangunan dengan melibatkan koperasi sebagai pengelola utama. Tujuannya untuk memberdayakan ekonomi lokal dan menjauhkan penguasaan distribusi dari pihak kapitalis besar.
“Kami sedang koordinasikan dengan Kemenkop (Kementrian Koperasi) agar nanti bahan bangunan dan proses lainnya dikelola oleh koperasi. Bukan oleh kapitalis barang material, tapi oleh koperasi. Sehingga kreativitas kita tumbuh di situ,” kata Fahri.
Ia mencontohkan, potensi penggunaan material daur ulang dari sampah rumah tangga dan limbah hutan sebagai bagian dari inovasi bahan bangunan.
“Sampah bisa kita jadikan bahan bangunan. Yang biasa gunakan plastik jadi paving block, dia ubah itu jadi paving block. Yang pakai kayu dari sampah di hutan, kita rakit dan olah sendiri,” ujarnya.
Fahri menekankan pentingnya program ini tidak hanya sebagai upaya memperbaiki kualitas rumah rakyat.
“Tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat peran koperasi dan memajukan ekonomi kerakyatan berbasis inovasi,” pungkasnya. (*)