Investasi Rp9,79 Triliun, Lima Bendungan Baru Termasuk Meninting Resmi Beroperasi
Mataram (NTBSatu) – Presiden Prabowo meresmikan lima bendungan strategis nasional secara serentak di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Jumat, 10 Juli 2026.
Pembangunan infrastruktur pengairan yang tersebar di empat provinsi tersebut menelan total investasi negara mencapai Rp9,79 triliun. Kelima infrastruktur tersebut meliputi Bendungan Meninting di NTB, Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Provinsi Bali.
“Saya bersyukur, ini simbol kerja keras. Ini simbol persatuan,” ujar Prabowo pada Jumat, 10 Juli 2026.
Keberlanjutan Pembangunan
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan pembangunan suatu bangsa merupakan proses jangka panjang yang berkesinambungan. Ia mengingatkan publik bahwa proyek-proyek besar ini tidak selesai dalam waktu satu atau dua tahun melainkan hasil jerih payah lintas kepemimpinan.
Ia secara terbuka mengapresiasi jasa para pemimpin pendahulunya, termasuk presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang memulai pembangunan fisik kelima bendungan tersebut sejak 2018. Menurutnya, estafet pembangunan yang berjalan baik merupakan kunci kebangkitan bangsa.
“Saya bersyukur bendungan ini bisa saya yang resmikan. Tetapi, pendahulu-pendahulu saya semua berjasa,” ujarnya.
Lompatan Ekonomi Petani
Keberadaan lima bendungan baru ini memicu dampak ekonomi berantai, khususnya bagi sektor pertanian rakyat. Aliran air irigasi yang stabil langsung menyasar lahan pertanian seluas 39.540 hektare melalui jaringan pipa sepanjang 279,98 kilometer.
Selanjutnya, suplai air yang merata ini mengubah pola tanam tradisional. Petani kini mampu meningkatkan indeks pertanaman dari 280 persen menjadi 300 persen dengan jaminan air di musim kemarau. Langkah ini mencegah risiko gagal panen akibat fenomena iklim ekstrem seperti El Nino.
Selain itu, Prabowo juga mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersama-sama merawat infrastruktur pengairan tersebut. Ia menekankan bendungan ini memiliki fungsi multiguna yang luas bai publik.
Selain mengairi sawah, bendungan tersebut menyediakan pasokan air baku sebesar 3,6 mi juta meter kubik dan mereduksi potensi banjir di lahan seluas 932 hektare. (*)




