Harga Seragam Sekolah di Lotim Naik hingga 30 Persen Jelang Tahun Ajaran Baru
Lombok Timur (NTBSatu) – Harga seragam sekolah di Lombok Timur (Lotim) naik hingga 30 persen menjelang tahun ajaran baru 2026/2027. Pedagang menyebut kenaikan tahun ini menjadi yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir akibat meningkatnya harga kain dan bahan baku.
Pedagang seragam sekolah di Pasar Baru Masbagik, Ma’ruf mengatakan, hampir seluruh jenis kain mengalami kenaikan harga. Kondisi itu membuat harga seragam sekolah ikut naik sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 per set dibandingkan tahun lalu.
“Naiknya sekitar 30 persen. Tahun ini paling tinggi,” ujarnya, Selasa, 7 Juli 2026.
Ma’ruf mengaku telah berjualan seragam sekolah selama 25 tahun. Menurutnya, kenaikan harga bahan baku sebenarnya terjadi hampir setiap tahun. Namun, lonjakan tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sehingga cukup terasa bagi pedagang maupun pembeli.
Tak Pengaruhi Daya Beli Masyarakat
Meski harga meningkat, penjualan seragam tetap ramai. Ia mengatakan, masyarakat tetap membeli seragam karena menjadi kebutuhan utama saat memasuki tahun ajaran baru.
“Alhamdulillah tetap ramai. Memang setiap tahun ajaran baru pasti banyak yang cari seragam,” ujarnya.
Menurut Ma’ruf, lonjakan pembeli biasanya terjadi sebelum pembagian rapor hingga masa pendaftaran dan awal masuk sekolah. Setelah seluruh siswa mulai mengikuti kegiatan belajar, penjualan kembali normal.
Pembeli yang datang umumnya merupakan siswa kelas lama yang membutuhkan seragam baru karena ukuran sudah tidak muat atau seragam lama rusak.
Selain kenaikan harga, pedagang juga menghadapi kendala pasokan kain. Beberapa warna, seperti hitam dan abu-abu, kerap sulit diperoleh saat permintaan sedang tinggi.
Untuk mengantisipasi hal itu, ia selalu menambah stok lebih awal, meski persediaan tetap cepat habis ketika musim penerimaan siswa baru.
Di sisi lain, Ma’ruf mengakui kehadiran toko daring ikut memengaruhi penjualan. Sebagian pelanggan kini memilih membeli seragam secara online sehingga jumlah pembeli di toko fisik berkurang.
Meski begitu, menurutnya, dampaknya belum terlalu besar karena banyak orang tua masih memilih datang langsung agar ukuran seragam sesuai.
“Kerasa ada pengaruhnya. Pelanggan agak berkurang sejak banyak yang belanja online,” katanya. (*)



