Kota Bima

Tak Hanya Atasi Banjir, Kolam Retensi Amahami Disiapkan Jadi Ikon Baru Kota Bima

Mataram (NTBSatu) – Kota Bima mulai menyiapkan kawasan Amahami dan Taman Ria sebagai wajah baru kota, melalui pembangunan Kolam Retensi Amahami dalam Program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP).

Program tersebut tidak hanya berfokus pada penanganan banjir, tetapi juga menghadirkan ruang publik modern dan kawasan rekreasi baru untuk masyarakat.

Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin menegaskan, kawasan Amahami dan Taman Ria memiliki peran penting sebagai wajah Kota Bima, sehingga konsep pembangunan harus memperhatikan nilai estetika serta kenyamanan masyarakat.

IKLAN

“Pemerintah Kota Bima harus mengetahui konsep kolam ini dengan baik, karena kawasan Amahami dan Taman Ria merupakan bagian dari estetika kota,” ujarnya, Senin, 11 Mei 2026.

Wali Kota Bima menginginkan, kawasan Taman Ria menjadi ruang publik representatif bagi masyarakat. “Saya minta Taman Ria menjadi taman tengah kota dengan dukungan sistem pencahayaan di sekitar kolam retensi. Ini akan menjadi titik sentral masyarakat, terutama pada Minggu pagi. Masyarakat Kota Bima membutuhkan ruang terbuka yang representatif, tambahnya.

Selain fokus pada penanganan banjir, Pemerintah Kota Bima juga ingin menghadirkan kawasan terbuka yang mampu menjadi pusat aktivitas warga. Penataan kawasan tersebut nantinya akan menggabungkan fungsi pengendali banjir, ruang rekreasi, hingga area berkumpul masyarakat.

Ruang Publik Baru Kota Bima

Wali Kota Bima meminta Dinas PUPR terus menjalin koordinasi dengan pihak NUFReP dan kontraktor pelaksana, agar progres pekerjaan lapangan berjalan sesuai rencana. Ia berharap, seluruh tahapan pembangunan mampu menghasilkan fasilitas yang nyaman dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kota Bima.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bima, Fery Sofiyan S.H., turut menyoroti besarnya perhatian masyarakat terhadap proyek tersebut. Ia menilai, kolam retensi nantinya memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata baru selain fungsi utamanya sebagai pengendali banjir.

“Proyek ini cukup besar dan menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, mari bersama-sama mengawal proses pelaksanaannya agar berjalan lancar dan selesai sesuai waktu yang telah ditetapkan,” ungkapnya.

Perwakilan pelaksana proyek, Rahmat menjelaskan, pekerjaan Kolam Retensi Taman Ria mulai berjalan. Penataan kawasan mencakup penebangan 65 pohon sebagai bagian dari kebutuhan proyek. Selama proses pekerjaan berlangsung, akses sebelah kiri kawasan Taman Ria akan tertutup mulai pukul 08.00 hingga 18.00 Wita.

Selanjutnya, final design Kolam Retensi Amahami terbagi menjadi dua area utama yang nantinya saling terhubung dalam satu sistem pengendali banjir. Kawasan Taman Ria akan berfungsi sebagai solusi penanganan banjir untuk wilayah Monggonao dan Salama.

Pemerintah Kota Bima berharap, pembangunan Kolam Retensi Amahami dan Taman Ria berjalan tepat waktu sesuai perencanaan. Selain memperkuat ketahanan banjir perkotaan, proyek tersebut juga mampu menghadirkan ruang terbuka yang indah, nyaman, dan menjadi bagian penting penataan wajah baru Kota Bima. (*)

Atim Laili

Jurnalis NTBSatu

Artikel Terkait

Back to top button