Lombok Barat

Polres Lobar Siapkan Skema Rekayasa Lalu Lintas Jelang Lebaran Topat

Lombok Barat (NTBSatu) – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat (Lobar), mulai menyiapkan langkah antisipasi, menghadapi lonjakan arus kendaraan saat perayaan Lebaran Topat Pemkab Lobar. Lebaran topat jadwalnya akan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026 besok.

Sejumlah titik rawan kepadatan, khususnya di wilayah Kecamatan Batulayar, menjadi fokus pengamanan melalui rekayasa lalu lintas dan penempatan personel.

IKLAN

Berdasarkan skema yang yang sudah Satlantas Lobar rencanakan, kawasan Simpang 3 Montong- Batulayar menjadi salah satu titik krusial. Di lokasi ini, Polres Lombok Barat akan memberlakukan rekayasa arus dengan pembagian jalur tertentu. Hal ini untuk mengurai potensi kemacetan. Terutama saat puncak kunjungan masyarakat ke destinasi wisata dan lokasi tradisi Lebaran Topat.

Kepala Satlantas Polres Lobar, Iptu Anton Prasetya Wijaya mengatakan, memastikan arus lalu lintas lancar, petugas juga akan siaga di sejumlah titik strategis yang berpotensi terjadi penumpukan kendaraan. Pengaturan arus tidak hanya fokus pada kendaraan yang melintas, tetapi juga pada aktivitas parkir masyarakat yang kerap menjadi pemicu kemacetan.

IKLAN

“Kami akan lakukan rekayasa lalu lintas di titik-titik padat, termasuk pengaturan parkir dan buka-tutup arus jika perlu. Ini untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar dan aman,” ujarnya kepada NTBSatu Selasa, 24 Maret 2026.

IKLAN

Dalam skema tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan badan jalan sebagai tempat parkir. Terutama di sekitar lokasi kegiatan Lebaran Topat seperti pasar dan area wisata.

Sebagai gantinya, petugas akan mengarahkan kendaraan ke kantong parkir yang telah petugas siapkan agar tidak mengganggu arus utama.

Tak hanya itu, Satlantas juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebelum hari pelaksanaan. Ia menilai, langkah ini penting agar pengguna jalan memahami perubahan pola lalu lintas sementara tersebut.

“Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama. Kami harap masyarakat bisa mengikuti arahan petugas di lapangan demi kenyamanan bersama,” tambahnya.

Sekilas tentang Lebaran Topat

Sebagai informasi, lebaran topat merupakan tradisi khas masyarakat Lombok. Mereka merayakannya sekitar sepekan setelah Idulfitri. Tradisi ini biasanya ramai dengan kegiatan silaturahmi, rekreasi keluarga, hingga acara budaya di kawasan pesisir, khususnya di wilayah Senggigi dan Batulayar.

Dengan tingginya antusiasme masyarakat setiap tahun, potensi kepadatan lalu lintas pun sulit dihindari. Karena itu, langkah antisipatif dari aparat kepolisian menjadi krusial untuk meminimalisir kemacetan dan risiko kecelakaan.

Satlantas Polres Lombok Barat memastikan akan menurunkan personel secara maksimal selama pelaksanaan pengamanan. Diharapkan, perayaan Lebaran Topat tahun ini dapat berlangsung tertib, aman, dan lancar tanpa kendala berarti di jalan raya. (Zani)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button