Kesehatan

Darurat Kesehatan Mental di NTB, Kunjungan Pasien RS Mutiara Sukma Tembus 93 Ribu Kasus Selama 2025

Ciptakan Eksosistem Sadar Kesehatan Mental

Sementara itu, ahli psikiater RS Mutiara Sukma, dr. Lalu Yogi Prasetio Imam, Sp.KJ., menilai, banyak pasien menarik diri dari lingkungan. Lantaran proses penyembuhan yang terhambat aspek psikososial kultural, terutama stigma negatif dan praktik pemasungan.

Oleh karena itu, untuk bisa menjangkau wilayah Pulau Sumbawa dan Pulau Sumbawa, RS Mutiara Sukma memperkuat jejaring Community Mental Health Nursing (CMHN) hingga tingkat Puskesmas.

Tujuannya, untuk memastikan pasien yang ada di pelosok desa, tetap terpantau, dan mendapatkan penanganan dan pengobatan lanjutan setelah rawat inap.

Sebagai langkah konkret untuk menciptakan ekosistem yang sadar akan kesehatan mental, RS Mutiara Sukma menghadirkan fitur Lapor Budir (Layanan Pencegahan Orientasi Bunuh Diri) 24 jam gratis.

Tidak hanya itu, RS Mutiara Sukma juga memasifkan beberapa program lain seperti Pojok Healing dan Psikolog Goes to School untuk melakukan deteksi dini dan menghapus stigma buruk masyarakat.

“Semua layanan ini memberikan edukasi, deteksi dini dan skrining pada masyarakat, sehingga diharapkan masyarakat sadar akan kesehatan mentalnya,” tambahnya. (Inda)

Laman sebelumnya 1 2

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button