Cuaca Ekstrem Landa NTB, Waspadai Lima Penyakit Rawan Saat Hujan dan Banjir
Mataram (NTBSatu) – Cuaca ekstrem melanda NTB dan memicu banjir pada sejumlah wilayah, sehingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat.
Curah hujan tinggi yang turun secara intens, menyebabkan luapan sungai dan genangan air pada kawasan permukiman warga. Kondisi lingkungan yang basah dan lembap memperbesar potensi penyebaran penyakit.
Banjir meluas pada Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah pada Selasa malam, 13 Januari 2026. Air menggenangi rumah warga serta menghambat aktivitas harian. Situasi tersebut menuntut kewaspadaan ekstra, terutama terhadap ancaman penyakit yang sering muncul saat musim hujan.
Kabupaten Lombok Barat mencatat banjir pada Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong. Peristiwa tersebut berdampak pada 570 kepala keluarga atau sekitar 1.711 jiwa. Selain kerugian material, bencana ini juga menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Sementara itu, banjir juga melanda Kabupaten Lombok Tengah, khususnya Kecamatan Praya Barat Daya. Wilayah terdampak meliputi Desa Montong Ajan dan Desa Kabul.
Genangan air yang bertahan cukup lama memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan ketersediaan air bersih.
Lima Penyakit Rawan saat Banjir
Melansir laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, berikut ini daftar penyakit penyerta hujan dan banjir:
1. Influenza
Udara dingin dan lembap menurunkan daya tahan tubuh. Aktivitas dalam ruang tertutup mempercepat penularan virus flu melalui percikan batuk dan bersin.
2. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Genangan air pascahujan menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue.
3. Diare dan Gangguan Pencernaan
Air serta makanan yang terkontaminasi bakteri atau virus memicu diare, tifus, dan kolera selama banjir berlangsung.
4. Penyakit Kulit
Kontak langsung dengan air banjir yang kotor memicu infeksi jamur, kutu air, kadas, dan kurap.
5. Leptospirosis
Bakteri Leptospira menyebar melalui urine hewan, terutama tikus, yang mencemari air dan lumpur.
Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, langkah 3M Plus, serta pemeriksaan kesehatan sejak gejala awal muncul membantu mencegah gangguan kesehatan selama musim hujan dan banjir. (*)



