INTERNASIONAL

Prabowo Pamer Tutup 1.000 Tambang Ilegal di Depan Pengusaha AS

Sita 4 Juta Hektare Lahan Korporasi

Selain itu, pemerintah juga telah menyita sekitar 4 juta hektare lahan dari korporasi yang ia nilai melanggar hukum, seperti beroperasi di luar wilayah izin atau konsesi. Prabowo menilai, langkah penegakan hukum tersebut penting untuk menciptakan kepastian hukum dan stabilitas nasional.

“Kami menangani masalah kami secara langsung, menegakkan hukum, berupaya menciptakan suasana kepastian dalam proses hukum. Saya rasa ini semua akan menambah iklim stabilitas sosial, stabilitas politik, dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kegiatan bisnis dan ekonomi,” tegasnya.

Di hadapan pelaku usaha Amerika, Prabowo juga menyinggung latar belakangnya yang tidak hanya di bidang militer, tetapi juga bisnis. Ia menyebut, pengalaman tersebut membuatnya memahami pentingnya menjaga kepercayaan investor serta menghormati kontrak.

“Semua tamu kami anggap harus dilindungi. Kami boleh saja bertengkar di antara sesama kami. Tetapi bagi kami, tamu asing atau tamu dalam tradisi kami harus dilindungi dan dihargai,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Prabowo menegaskan, Pemerintah Indonesia menghargai keterlibatan Amerika Serikat dalam perekonomian nasional. Serta, memandang negara tersebut sebagai mitra penting di kawasan Asia Tenggara.

“Anda harus tahu kami menghargai hubungan AS-Indonesia, kami menghargai keterlibatan dan partisipasi Amerika. Selama bertahun-tahun, suka atau tidak, orang-orang di Asia Tenggara selalu menganggap Amerika Serikat sebagai teman yang kuat dan, katakanlah, pemimpin dari dunia bebas,” ujar Prabowo. (*)

Laman sebelumnya 1 2

Alan Ananami

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button