Pendidikan

Proyek DAK 2024 Sejumlah Sekolah di Bima Macet, Kegiatan Belajar Siswa Terganggu

Kondisi Sekolah Amburadul

Kondisi serupa juga terjadi di SMAN 1 Donggo. Kepala Sekolah, Sri Suryani menyampaikan tiga bangunan, yakni Laboratorium Biologi, ruang BK, dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS), belum selesai dan serah terima.

“Untuk pantauan ada bangunan Lab Biologi, Ruang BK dan Ruang UKS, memang belum selesai dan tiga ruang itu belum ada serah terima,” katanya.

Suryani mengaku, belum mengetahui secara rinci progres pembangunan karena baru menjabat sebagai kepala sekolah selama tiga bulan terakhir.

Salah satu kepala sekolah di Kabupaten Bima juga mengungkapkan, pembangunan laboratorium biologi dan kimia masih berada di kisaran 67 persen. Termasuk, fasilitas pendukung lain, seperti UKS dan laboratorium komputer juga belum dapat sekolah gunakan karena kekurangan plafon dan kaca.

“Menurut kami tinggal sedikit, tetapi belum selesai. Alat-alat laboratorium belum bisa digunakan siswa untuk belajar,” ungkapnya.

Tak hanya itu, sisa material bangunan yang belum pihak kontraktor bersihkan turut mengganggu aktivitas pembelajaran dan mobilitas warga sekolah di lingkungan proyek.

“Sekarang kondisinya amburadul, termasuk genangan air saat hujan di area proyek yang belum bisa kami tangani,” terangnya.

Meski dinas dan inspektorat telah melakukan pencatatan terhadap hasil pekerjaan serta sisa pembangunan, hingga kini belum terdapat kejelasan mengenai tindak lanjut penyelesaian proyek tersebut.

Akibat keterbatasan fasilitas, sejumlah sekolah terpaksa mengoptimalkan ruang yang tersedia. Bahkan, menerapkan sistem pembelajaran dua gelombang untuk mengatasi ketimpangan antara jumlah siswa dan ketersediaan ruang belajar. (Alwi)

Laman sebelumnya 1 2

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button