Bupati Iron Singgung soal Jual Beli Jabatan di Konferensi Kerja PGRI Lombok Timur
Lombok Timur (NTBSatu) – Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin alias Iron menegaskan, komitmennya menolak praktik jual beli jabatan saat membuka Konferensi Kerja (Konker) I PGRI Kabupaten Lombok Timur, Kamis, 12 Februari 2026.
Di hadapan 1.305 guru, ia menekankan, jabatan di lingkungan pendidikan harus diraih melalui prestasi dan profesionalisme, bukan dengan uang.
“Saya tegaskan, jangan pernah menyerahkan uang untuk jabatan. Saya hadir untuk memastikan orang-orang hebat yang membantu membangun pendidikan kita,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan utama dalam Konferensi Kerja bertemakan “Guru Bermutu Indonesia Maju, Guru Hebat Indonesia Kuat, Lombok Timur SMART” tersebut.
Pemerintah daerah, kata Bupati Iron, menerapkan sistem meritokrasi dalam pengangkatan pejabat mulai dari Kepala Dinas hingga Kepala Sekolah. Ia memastikan, tata kelola pemerintahan berjalan bersih dan transparan.
Selain menyinggung integritas jabatan, Bupati juga mengingatkan para guru agar bijak mengelola dana Sertifikasi dan Tunjangan Kinerja (Tukin).
Ia meminta, penggunaan anggaran tetap sesuai regulasi agar tidak menimbulkan persoalan hukum saat diaudit Inspektorat, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), maupun Aparat Penegak Hukum (APH).



