Tak Hanya Pasar Murah, Pemprov NTB Siapkan 1.166 Desa Terima Program Ketahanan Pangan
Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, menggelar Pasar Rakyat dan Bazar UMKM Makmur Mendunia Center (MMC) NTB di Kantor Camat Pringgabaya, Rabu, 11 Februari 2026. Langkah ini untuk intervensi menjaga stabilitas harga bahan pokok (bapok) menjelang bulan suci Ramadan.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, selain intervensi jangka pendek melalui pasar murah, Pemprov NTB juga menyiapkan program penguatan ketahanan pangan desa secara bertahap.
Pada tahun ini, hampir 300 paket program akan disalurkan ke 300 desa, dengan jumlah yang sama direncanakan pada tahun kedua. Hingga 2029, sebanyak 1.166 desa dan kelurahan ditargetkan menerima program ketahanan pangan dan Desa Berdaya.
“Kami ingin memastikan penguatan ekonomi tidak hanya bersifat insidentil, tetapi berkelanjutan hingga seluruh desa terjangkau,” kata Iqbal.
Ia menegaskan, pemerintah daerah mengambil langkah ini menyusul tren kenaikan harga di sejumlah pasar tradisional dalam beberapa hari terakhir akibat meningkatnya permintaan menjelang Ramadan.
“Menjelang puasa, permintaan bahan pokok meningkat. Saya turun langsung ke pasar dan memang ada kecenderungan harga naik. Dalam kondisi seperti ini, pemerintah perlu hadir melakukan intervensi, salah satunya melalui pasar murah,” tegas Gubernur Iqbal.
Meski terjadi kenaikan harga di beberapa komoditas, Gubernur memastikan ketersediaan stok bahan pokok di NTB dalam kondisi aman. Ia mengimbau masyarakat, agar tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kepanikan dan mendorong lonjakan harga lebih tinggi.
“Kami sudah memastikan stok aman dan tersedia. Masyarakat tidak perlu panik atau belanja berlebihan. Pemerintah menjamin pasokan tetap terpenuhi,” ujarnya.
Gubernur juga mengapresiasi Makmur Mendunia Center (MMC) NTB yang berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten dalam penyelenggaraan pasar rakyat dan bazar UMKM tersebut. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi pelaku UMKM lokal.



