Awal 2026 Dibuka dengan Tekanan Biaya Hidup, Tarif Listrik dan Emas Picu Lonjakan Inflasi Sumbawa
Tantangan Stabilitas Daya Beli Masyarakat Sumbawa
Secara bulanan, inflasi Januari 2026 tercatat sebesar 0,80 persen sekaligus menjadi inflasi kumulatif tahun berjalan (year to date/y–to–d) di angka yang sama. Angka ini menunjukkan tekanan harga sudah terasa sejak awal tahun.
Kenaikan inflasi tahun ini juga menunjukkan lonjakan signifikan dari Januari 2025 yang hanya sebesar 0,18 persen. Bahkan lebih tinggi dari Januari 2024 yang berada di angka 3,14 persen.
Selain listrik dan emas, komoditas pangan laut seperti ikan bandeng, tongkol, cumi-cumi, dan udang basah turut memberi kontribusi terhadap kenaikan inflasi bulanan. Kondisi ini menandakan tingginya ketergantungan masyarakat Sumbawa pada komoditas laut yang sensitif terhadap faktor cuaca dan distribusi.
“Kenaikan harga komoditas pangan laut juga memberi sumbangan inflasi, terutama pada pergerakan harga bulanan,” tambahnya.
Kondisi inflasi ini berpotensi meningkatkan beban pengeluaran masyarakat, khususnya kelompok berpendapatan menengah ke bawah. “Lonjakan biaya energi dan kebutuhan konsumsi ini, menjadi tantangan bagi stabilitas daya beli masyarakat Sumbawa di awal tahun 2026 ini,” ujarnya. (Marwah)



