Rektor Unizar Mataram Bantah Halangi Nungki Ikut Seleksi Puteri Indonesia 2026
Namun tidak terlepas dari proses analisis kebutuhan, termasuk selama kegiatan mahasiswa tersebut positif dan dapat menunjang prestasinya.
Diketahui, faktor awal benturan jadwal karantina dengan kewajiban akademik yang tidak dapat dihindari. Sehingga, berujung pada keputusan personal mahasiswa untuk mengundurkan diri dari ajang tersebut.
Ansyar menegaskan, posisi Unizar adalah menjaga agar aktivitas non-akademik tetap sejalan dengan nilai etik dan tanggung jawab akademik, tanpa mengorbankan salah satunya.
Kampus, katanya, juga menyiapkan penghargaan prestasi berupa dukungan dana pendidikan bagi mahasiswa yang berhasil mengharumkan nama universitas melalui ajang kompetitif.
Keterangan ini sekaligus menegaskan, Unizar membuka ruang prestasi non-akademik, namun dengan batas kebijakan yang jelas. Agar pengembangan diri mahasiswa tetap berjalan seimbang dan terukur.
“Kebijakan dukungan bagi minat dan bakat mahasiswa diatur dalam Pedoman Kemahasiswaan. Bahwa mahasiswa memiliki hak untuk mengembangkan skill-nya baik di bidang akademik maupun non-akademik,” tutupnya. (Alwi)



