Dinas Pertanian Lombok Tengah Usulkan Bantuan Benih dan Oplah Besar-besaran ke Pemerintah Pusat
Lombok Tengah (NTBSatu) – Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, bersiap meningkatkan produktivitas pangan di 2026. Fokus utamanya kegiatan optimasi lahan (oplah) seluas 2.500 hektare, sekaligus pengusulan bantuan bibit ke Pemerintah Pusat untuk mendukung musim tanam kedua.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Lombok Tengah, Zainal Arifin menjelaskan, saat ini program oplah sudah ada tiga kecamatan. Pihaknya kemudian akan mengusulkan untuk pengadaan program oplah besar-besaran di seluruh wilayah Kabupaten Lombok Tengah.
“Tahun 2026 untuk oplah ini kita disuruh mengusulkan sebanyak-banyaknya oleh Pemerintah Pusat,” jelasnya kepada NTBSatu, Senin, 2 Februari 2026.
Meski demikian, usulan dapat bersifat terbatas tergantung pada kuota yang pemerintah berikan, sehingga penyaluran bantuan akan menyesuaikan kembali.
“Meskipun kita mengusulkan banyak, tapi nanti pusat akan memberikan kuota, sehingga kita menyesuaikan untuk itu,” ungkapnya.
Adapun target penyebaran kegiatan oplah di 2026, Zainal berharap dapat mengusulkan semaksimal mungkin. Sebab dengan adanya oplah, petani dapat mengoptimalkan lahannya.
“Petani yang menanam hanya sekali, bisa menjadi dua sampai tiga kali tanam. Jadi lahan itu kita optimalkan untuk menanam padi,” ujarnya.
Tekankan Target Penanaman
Meski demikian, Zainal menekankan, pengusulan ini juga perlu dilakukan pengecekan, jadi tidak diusulkan begitu saja. “Oplah ini tidak kita bangun begitu saja, perlu kita cek apakah daerah tersebut mampu untuk menanam dua kali. Jadi ada targetnya,” jelasnya.
Ia berharap dengan adanya oplah, target penanaman dapat tercapai sehingga menghasilkan gabah, kemudian menjadi beras yang bermutu. “Harapan kita sebanyak-banyaknya kita menanam untuk bisa menghasilkan gabah dan terakhir menjadi beras untuk bisa dimakan,” jelasnya.
Selain itu, mengingat sebentar lagi petani akan melaksanakan budidaya di musim kedua, Dinas Pertanian Lombok Tengah menjelaskan, telah mengusulkan untuk pengadaan bantuan benih.
“Karena petani akan melaksanakan budidaya di musim kedua, kami sudah mengusulkan bantuan benih di 2026 ini. Semoga di musim tanam kedua (Februari-Maret), jika disetujui Pemerintah Pusat, itu bisa disalurkan ke petani di Lombok Tengah,” ujarnya.
Kemudian, menanggapi isu adanya petani yang hanya menanam setengah kebutuhan benih karena kendala biaya, Zainal mengaku klaim petani sangat meragukan. Menurutnya, tidak ada lahan kosong di musim hujan ini.
“Sangat rugi kalau persoalan benih saja kemudian lahan dibiarkan kosong. Berdasarkan kondisi di lapangan saat musim hujan ini, tidak ada lahan yang tidak ditanami,” jelasnya.
Menurutnya, komponen produksi seperti pupuk lebih krusial daripada benih karena lebih menunjang. Meski demikian, Zainal menegaskan, Dinas Pertanian akan berupaya untuk mengusulkan pengadaan bantuan benih di musim tanam kedua. (Marwati)



