Kerja Sama NTB, Bali, dan NTT Mulai Dieksekusi Besok
Mataram (NTBSatu) – Kolaborasi Sunda Kecil, NTB, Bali, dan NTT memasuki tahap penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kolaborasi tiga daerah ini fokus pada empat sektor strategis. Di antaranya: pariwisata, energi, konektivitas, dan perdagangan.
Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB, Jamaluddin Malady menyampaikan, penandatanganan kerja sama ini berlangsung besok Rabu, 28 Januari 2026 di Golo Mori, Labuan Bajo, NTT. Kerja sama ini akan mulai berlaku efektif setelah tanda tangan PKS tersebut.
“Besok (Selasa) sore jam 4 di Golo Mori, NTT (penandatanganan PKS),” kata Jamal kepada NTBSatu, Selasa, 27 Januari 2026.
Ia menilai, kerja sama ini menjadi langkah strategis dan bersejarah. Sebab, merupakan kolaborasi regional pertama di kawasan Sunda Kecil yang mengintegrasikan kekuatan ekonomi, pariwisata, dan perdagangan antarprovinsi..
Dalam kerja sama tersebut, Bali akan menjadi pintu masuk sekaligus hub pariwisata dan ekspor bagi produk unggulan NTB dan NTT.
“Tidak bisa kita pungkiri, Bali selama ini dikenal sebagai jendela pariwisata Indonesia ke dunia internasional, sehingga kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas akses pasar bagi produk-produk daerah,” kata Jamal.
Bali Jadi Hub Produk NTB dan NTT
Kerja sama ini, lanjut Jamal, akan memberikan keuntungan satu sama lain. Misalnya, komoditas yang Bali butuhkan namun tersedia di NTB dan NTT, bisa disalurkan. Seperti hasil pertanian, perikanan, dan peternakan, dapat disuplai secara berkelanjutan.
Sebaliknya, kebutuhan NTB dan NTT yang tidak tersedia di daerah masing-masing dapat dipenuhi melalui Bali maupun antarprovinsi. “Selain pasar domestik, kerja sama ini juga diarahkan untuk mendorong ekspor bersama,” ujarnya.
Jauh sebelum itu, lanjut Jamal, Gubernur Bali sempat menyampaikan, Bali siap menjadi hub ekspor bagi produk NTB dan NTT, termasuk dengan penggunaan label bersama pada kemasan ekspor, seperti “Made in Bali–NTB–NTT.
“Kita berharap, kerja sama ini dapat meningkatkan daya saing produk NTB dan NTT di pasar global. Apalagi produk-produk ekspor dari Bali yang telah menembus pasar Eropa dan negara lain dinilai memiliki daya tarik tinggi,“ ungkapnya.
Setelah penandatanganan PKS pada 28 Januari, kerja sama ini ditargetkan dapat langsung diimplementasikan. Pemerintah daerah berharap kolaborasi tersebut mampu meningkatkan serapan komoditas lokal, memperkuat rantai pasok antarwilayah, serta membuka peluang peningkatan lapangan kerja, khususnya bagi petani, nelayan, dan pelaku usaha peternakan di NTB dan NTT.
“Kita juga berharap dukungan dari media agar kerja sama ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah, serta penguatan sektor pariwisata kawasan Sunda Kecil,” tutupnya. (*)



