Minat ke Sekolah Swasta Menurun, SMK Muhammadiyah Mataram Perkuat Program Unggulan dan Karya Nyata
Mataram (NTBSatu) – SMK Muhammadiyah Mataram, tengah menghadapi tantangan serius akibat menurunnya minat masuk sekolah swasta. Kondisi tersebut berdampak langsung pada jumlah peserta didik yang terus menyusut dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala SMK Muhammadiyah Mataram, Kasdin, M.Pd., yang baru sekitar dua pekan menjabat, menjelaskan, sekolah ini sebelumnya pernah menjadi salah satu SMK swasta dengan jumlah siswa ratusan orang. Namun kini, jumlah siswa aktif tercatat hanya sekitar 50 orang.
“Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kondisi sekolah mengalami penurunan jumlah peserta didik dibanding periode sebelumnya yang pernah mencapai ratusan siswa,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 15 Januari 2026.
Profil dan Fasilitas SMK Muhammadiyah Mataram
Sebagai informasi, SMK Muhammadiyah Mataram memiliki sejumlah program keahlian. Di antaranya, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Otomotif, dan Farmasi. Serta beberapa program unggulan penunjang kompetensi, karakter sampai prestasi siswa.
Dari sisi sarana prasarana, pihak sekolah menilai fasilitas penunjang pembelajaran relatif memadai. Sekolah memiliki ruang laboratorium, fasilitas praktek otomotif, serta alat praktik farmasi. Cukup untuk menunjang proses pembelajaran kejuruan.
“Fasilitas praktik sudah tersedia. Kami perkirakan tingkat kelayakannya sekitar 70 persen dan masih baik untuk mendukung pembelajaran kejuruan,” jelasnya.
Sementara itu, jumlah tenaga pendidik mencapai 30 guru, aktif mengajar sesuai bidang keahlian masing-masing. Meski komposisi guru tergolong mencukupi, persoalan sekolah terletak pada rendahnya daya tarik bagi calon peserta didik baru.
Nilai Jual Sekolah Menurun
Kasdin menilai, tantangan utama SMK Muhammadiyah Mataram saat ini bukan hanya pada jumlah siswa, tetapi juga menurunnya nilai jual sekolah di mata masyarakat.
Menurutnya, nilai jual sekolah kejuruan seharusnya tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, melainkan juga karya nyata, inovasi, prestasi yang ditampilkan ke publik. Mulai dari produk otomotif, teknologi hingga platform digital yang mencerminkan keunggulan sekolah.
“Persoalan kami saat ini bukan soal fasilitas, tetapi nilai jual sekolah yang menurun di mata masyarakat,” tuturnya.
Pengaruh Kebijakan Penerimaan Sekolah Negeri
Selain faktor internal, Kasdin juga menyoroti kebijakan pemerintah terkait penerimaan siswa di sekolah negeri. Meski secara regulasi telah diatur pembatasan daya tampung sekolah negeri, ia menilai implementasinya di lapangan belum berjalan tegas.
Akibatnya, sekolah swasta kekurangan peserta didik. Ia menyebut, kondisi ini sebagai salah satu faktor paling signifikan yang mempengaruhi penurunan minat ke sekolah swasta.
“Secara aturan sudah ada pembatasan daya tampung sekolah negeri, tetapi di lapangan pelaksanaannya belum tegas,” terangnya.
Strategi Bertahan dan Penguatan Program
Untuk bertahan di tengah situasi tersebut, SMK Muhammadiyah Mataram mulai menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya dengan memperkuat program unggulan, pelatihan rutin untuk siswa, serta mendorong lahirnya inovasi dan karya nyata.
Sekolah juga mengembangkan kemampuan tambahan seperti bahasa Inggris, bahasa Arab, penguatan Matematika. Melibatkan tenaga profesional dan dosen dari luar, untuk mendukung pengembangan kompetensi tersebut.
Selain itu, terdapat pula pelatihan website dan jaringan, teater, futsal, serta bela diri sebagai upaya membentuk karakter dan keterampilan non-akademik siswa.
“Ke depan, kami mulai fokus pada penguatan program unggulan dan peningkatan kompetensi siswa melalui pelatihan rutin dengan tenaga profesional dosen,” jelasnya.
Harapan kepada Pemerintah
Kasdin berharap, pemerintah dapat menegakkan regulasi yang sudah ada secara konsisten, khususnya terkait pembatasan penerimaan siswa di sekolah negeri.
“Sekolah swasta siap bersaing secara sehat, asalkan regulasi dijalankan secara adil dan konsisten,” tegasnya.
Menurutnya, ketegasan kebijakan menjadi kunci agar sekolah swasta tetap memiliki ruang hidup dan kesempatan berkembang. Sekolah swasta siap bersaing secara sehat selama aturan diterapkan secara adil dan tidak merugikan salah satu pihak. (Alwi)



