Sumbawa

Kantor Dinas Sosial Sumbawa Bocor saat Hujan: Pelayanan Terganggu, Renovasi Atap Direncanakan 2026

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Kondisi Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumbawa cukup memprihatinkan. Atap ruang pelayanan utama bocor parah, sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat saat mengakses layanan sosial di gedung tersebut.

Berdasarkan pantauan NTBSatu saat hujan, petugas menempatkan empat ember hitam berukuran besar dan satu ember merah muda di lantai untuk menampung tetesan air. Tak hanya di lantai, beberapa wadah juga di atas sofa untuk menahan rembesan air dari plafon yang lapuk.

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, Syarifah mengakui kondisi tersebut. Ia menjelaskan, Kantor Dinas Sosial Sumbawa merupakan bangunan tua bekas dinas pertambangan yang belum pernah mengalami renovasi secara total.

“Sebagian belakang dan samping sudah direnovasi, tapi ruang pelayanan ini belum tersentuh sama sekali. Sejak saya masuk pada 2023, kami sudah merenovasi plafon dan kamar mandi, tapi atap tidak bisa karena kayunya sudah rapuh,” ujar Syarifah kepada NTBSatu, Rabu, 14 Januari 2026.

IKLAN

Syarifah menambahkan, dinas sosial menempati gedung bekas kantor dinas pertambangan melalui tukar guling pada 2016. Lahan yang luas untuk menampung sarana dan prasarana penanggulangan bencana.

“Pada 2016 kami melakukan tukar guling gedung pada masa Bupati Jamaluddin Malik. Kami memilih gedung ini karena lahan lebih luas dan bisa menampung banyak sarana prasarana bencana,” jelasnya.

Taruh Ember Jadi Solusi

Hingga kini, lanjutnya, kebocoran atap membuat petugas harus menempatkan ember di berbagai sudut lantai dan area tunggu untuk menampung rembesan air saat hujan. Syarifah bahkan menyebut, kantornya sebagai “kantor basah” karena banyak titik bocor.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Syarifah
Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, Syarifah. Foto: Nely Hayati H

Untuk solusi jangka panjang, Dinas Sosial Sumbawa telah mengajukan usulan renovasi atap dalam anggaran 2026, setelah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memberikan justifikasi teknis yang menyatakan renovasi mendesak.

“Atap tidak bisa diperbaiki sebagian karena kondisinya. Kami sudah mengajukan usulan untuk 2026 dan teman-teman PU juga sudah memeriksa. Mudah-mudahan bisa terealisasi,” kata Syarifah.

Meski bocor, pihaknya tetap memberikan pelayanan. Syarifah mengakui, kebocoran tersebut cukup mengganggu pelayanan, namun pihaknya terus menjaga kenyamanan masyarakat sembari menanti renovasi gedung terlaksana.

Ia menambahkan, kondisi gedung saat ini jelas tidak ideal untuk jangka panjang. “Bocor jelas mengganggu pelayanan, tapi kami tetap mengantisipasi agar layanan tidak terhenti. Kondisi ini tentu tidak ideal untuk jangka panjang. Mudah-mudahan usulan 2026 nanti bisa ‘gol’ (teralisasi),” harapnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button