Pendidikan

Siswa MAN 2 Mataram Diduga Meninggal saat Latihan Pencak Silat

Mataram (NTBSatu) – Duka tengah menyelimuti MAN 2 Mataram. Pasalnya, siswa berinisial A berusia 17 tahun, meninggal diduga saat latihan pencak silat bersama rekan dan pelatihnya pada Minggu, 11 Januari 2026.

Jadwal latihan pencak silat MAN 2 Mataram sebenarnya pada hari Jumat. Namun, karena ada kesepakatan bersama rekan, latihan bebas justru berlangsung pada hari Minggu. Turut hadir saat latihan lima pelatih, dua orang di antaranya senior asrama dan tiga lainnya berasal dari pihak luar. 

Humas MAN 2 Mataram, Siti Rahmi menyampaikan, pelatih yang hadir bukan yang terdaftar pada SK.  “Ada lima orang pelatihnya yang datang. Dua dari anak senior asrama kemudian tiga dari luar. Nah yang jadi oknum pelaku ini diduga bukan pelatih kita yang sebeneranya, tidak sesuai dengan SK, ” ucapnya kepada NTBSatu pada Senin 12 Januari 2026.

Ia menegaskan, tidak mengetahui kegiatan ini karena berlangsung pada hari libur. Sehingga pihak sekolah tidak tahu menahu terkait kegiatan di luar jadwal tersebut. 

IKLAN

Berdasarkan kesaksian siswa yang sudah melakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), pelatih menjemput mereka dengan dalih latihan terakhir kenaikan tingkat. 

Seperti biasa sebelum latihan, pelatih meminta para siswa melakukan pemanasan dan latihan fisik. Setelah pemanasan dan latihan fisik, korban tiba- tiba lemas. Anggota PMR yang berada di lokasi langsung mencoba memberikan pertolongan pertama. 

Tidak ada respons, pihak pelatih langsung melarikan korban ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan. Setelahnya, A dinyatakan meninggal dunia.

Kini, pihak sekolah sudah melimpahkan kasus tersebut kepihak berwajib. Sebagai informasi, A adalah siswa kelas 2 yang tinggal di asrama sekolah dan berasal dari Lombok Tengah.

Sementara itu, pihak keluarga korban mengatakan, sudah berdamai dan tidak melanjutkan ke proses hukum. “Alhamdulillah tadi sudah rembuk dan orang tua sudah ikhlas tidak melanjutkan ke proses hukum. Dengan berbagai pertimbangan, ” ungkap pihak keluarga korban kepada NTBSatu, terpisah. (Salsa)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button