Literasi Masih Lemah, Ruang Peradaban Hadir di Sumbawa
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Rendahnya budaya literasi di kalangan generasi muda masih menjadi tantangan di Kabupaten Sumbawa. Merespons kondisi tersebut, komunitas literasi Peradabook bekerja sama dengan FMHS menghadirkan kegiatan sosialisasi literasi bertajuk “Ruang Peradaban”.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran literasi pelajar dan mahasiswa. Tidak hanya dalam konteks membaca dan menulis, tetapi juga dalam kemampuan berpikir kritis serta memahami informasi secara bijak di tengah arus informasi yang semakin masif.
Ketua umum FMHS sekaligus Founder Peradabook (Peradaban Buku), Dayyan Zakky Salam mengatakan, literasi merupakan fondasi penting dalam pembentukan cara berpikir generasi muda. Menurutnya, lemahnya budaya baca dan diskusi berdampak pada rendahnya kemampuan analisis serta kepekaan sosial.
“Ruang Peradaban kami hadirkan sebagai ruang belajar bersama. Literasi harus didekatkan dengan realitas sosial dan budaya lokal agar lebih mudah dipahami dan diterapkan,” ujarnya.
Sementara itu, pihak FMHS menilai kegiatan tersebut sebagai langkah positif dalam menjawab persoalan literasi melalui pendekatan edukasi nonformal. Kolaborasi ini harapannya dapat memperluas jangkauan gerakan literasi, serta melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.
Adapun rangkaian kegiatan sosialisasi Ruang Peradaban, yakni pemaparan materi, diskusi interaktif, dan refleksi peserta. Dalam kegiatan tersebut, peserta mengaitkan literasi dengan persoalan sehari-hari serta tantangan yang generasi muda hadapi di daerah.
Melalui kegiatan ini, Peradabook dan FMHS berharap dapat mendorong tumbuhnya budaya literasi yang berkelanjutan di Sumbawa, sekaligus membangun kesadaran bahwa literasi merupakan bagian penting dalam pembangunan peradaban berbasis pengetahuan. (r)



