Bupati Jarot Paparkan Dua Lokasi Strategis untuk Pembangunan SMA Garuda di Sumbawa
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., memaparkan dua lokasi strategis milik daerah untuk pembangunan SMA Unggul Garuda kepada Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisainstek), Prof. Stella Christie.
Bupati Jarot menyampaikan langsung kesiapan pemerintah daerah dalam pertemuan di Pendopo Bupati Sumbawa, Kamis, 8 Januari 2026. Paparan tersebut berlangsung sebelum agenda peninjauan lapangan calon lokasi sekolah unggulan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Bupati Jarot menegaskan, komitmen Pemkab Sumbawa yaitu siap menghibahkan lahan kepada Pemerintah Pusat. Tujuannya, untuk mendukung program prioritas nasional di bidang pendidikan.
Ia menjelaskan, pembangunan SMA Unggul Garuda menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Sumbawa.
Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan harus menjadi fondasi utama agar daerah mampu meningkatkan daya saing di tingkat provinsi maupun nasional.
“Kami ingin mewujudkan SDM yang unggul melalui peningkatan kualitas pelayanan pendidikan. Ini menjadi pondasi agar masyarakat Sumbawa mampu mengelola potensi daerah yang sangat besar secara mandiri,” ujar Bupati Jarot.
Ia memaparkan, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di Kabupaten Sumbawa pada 2024 baru mencapai 8,59 tahun atau masih berada di bawah target wajib belajar sembilan tahun.
Kondisi tersebut, menurutnya, belum sebanding dengan potensi sumber daya alam Sumbawa yang selama ini menjadi penopang ekonomi Provinsi NTB.
Ia menyebut, Kabupaten Sumbawa tercatat sebagai penyumbang utama komoditas unggulan NTB. Di antaranya: udang vaname sebesar 72,92 persen, jagung 46 persen, dan rumput laut 67,54 persen.
Dua Lokasi SMA Garuda di Sumbawa
Dalam paparannya, Bupati Jarot menyampaikan, Pemkab Sumbawa telah menyiapkan dua alternatif lokasi strategis masing-masing seluas 20 hektare, yang berstatus lahan milik pemerintah daerah dan siap dihibahkan kepada Pemerintah Pusat.
Lokasi pertama berada di Desa Kerekeh, Kecamatan Unter Iwes, yang direncanakan terintegrasi dengan kawasan pertahanan serta Universitas Pertahanan. Lokasi kedua terletak di kawasan Jalan Samota, Kelurahan Brang Biji, yang berada di area Sport Center dan berdekatan dengan Sirkuit Internasional MXGP.
“Kami telah mengkaji aspek geografis dan aksesibilitas kedua lokasi tersebut. Seluruhnya memiliki akses jalan, listrik, serta jaringan komunikasi yang memadai untuk mendukung operasional sekolah unggulan,” jelasnya.
Bupati Jarot berharap, paparan awal tersebut dapat menjadi dasar pertimbangan kementerian sebelum melakukan peninjauan lapangan.
Ia optimistis keunggulan dan kesiapan lahan yang dimiliki Kabupaten Sumbawa dapat meyakinkan Pemerintah Pusat, untuk menetapkan Sumbawa sebagai lokasi pembangunan SMA Unggul Garuda di NTB. (*)



