Ekonomi Bisnis

NTB Jadi Provinsi Penghasil Bawang Putih Terbesar Kedua Nasional 2025

Mataram (NTBSatu) – Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil menempati posisi kedua sebagai provinsi penghasil bawang putih terbesar di Indonesia, pada tahun 2025.

Capaian ini menunjukkan peran strategis NTB dalam mendukung produksi bawang putih nasional, di tengah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap komoditas hortikultura tersebut.

Bawang putih memiliki fungsi penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Hampir seluruh masakan nusantara menggunakan bawang putih sebagai bumbu utama.

Selain memperkuat cita rasa, bawang putih juga mendukung industri makanan olahan, usaha kuliner, serta berfungsi sebagai bahan pengawet alami. Tingginya tingkat konsumsi menjadikan bawang putih sebagai komoditas pangan strategis, yang selalu dibutuhkan sepanjang tahun.

IKLAN

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kebutuhan bawang putih nasional pada 2025 mencapai 757.681 ton. Sementara itu, produksi dalam negeri baru mencapai 23.710 ton.

Kesenjangan tersebut mendorong Indonesia memenuhi sebagian besar kebutuhan, melalui impor yang mencapai 397.117 ton. Kondisi ini memperlihatkan peluang besar bagi daerah penghasil bawang putih, untuk terus meningkatkan produksi lokal.

Distribusi bawang putih impor mayoritas mengalir ke pedagang grosir dengan porsi 97,92 persen. Selanjutnya, pedagang grosir menyalurkan 63,31 persen kepada pedagang eceran.

Pada tingkat eceran, konsumsi rumah tangga menyerap sekitar 77,59 persen, sedangkan sisanya mengalir ke industri pengolahan, usaha kuliner, serta lembaga pemerintah dan nirlaba.

Daftar 7 Provinsi Penghasil Bawang Putih Terbesar 2025

Melansir laman resmi GoodStats.id, Selasa, 6 Januari 2026, berikut daftar provinsi penghasil bawang putih terbesar tahun 2025 :

  1. Jawa Tengah – 17.555 ton;
  2. Nusa Tenggara Barat (NTB) – 3.918 ton;
  3. Jawa Timur – 677 ton;
  4. Sumatra Barat – 635 ton;
  5. Jambi – 313 ton;
  6. Bali – 283 ton;
  7. Jawa Barat – 172 ton.

Melalui peningkatan teknologi budidaya, ketersediaan benih unggul, serta jaminan pasar bagi petani, produksi bawang putih dalam negeri berpeluang tumbuh lebih kuat.

Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button