Pariwisata

Dari Malaysia hingga Jerman, Ribuan Wisatawan Mancanegara Berdatangan ke Pulau Lombok

Mataram (NTBSatu) – Pesona Pulau Lombok sebagai destinasi kelas dunia rupanya belum kehilangan tajinya. Meski dinamika pariwisata global terus berubah, arus kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke pulau ini justru menunjukkan grafik yang menggembirakan.

Berdasarkan catatan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, ribuan pelancong dari berbagai belahan dunia terpantau memadati pintu masuk udara internasional sepanjang November 2025.

Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin mengungkapkan, performa pariwisata Pulau Lombok saat ini berada pada tren yang sangat positif. Yang paling mencuri perhatian adalah lonjakan tajam jika menilik data secara tahunan.

Lonjakan 35 Persen, Sinyal Kebangkitan Ekonomi

Wahyudin memaparkan, jumlah wisman yang mendarat di Lombok pada November 2025 mencapai 6.689 orang. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year), angka ini melompat drastis hingga 35,21 persen.

IKLAN

“Pertumbuhan tahunan yang menembus angka 35 persen ini adalah indikator nyata, daya tarik Lombok kian menguat di mata internasional,” ujar Wahyudin, Senin, 5 Januari 2026.

Jika melihat peta asal wisatawan, kawasan ASEAN masih menjadi tulang punggung utama dengan sumbangan 3.071 kunjungan. Namun, yang menarik adalah posisi kawasan Eropa yang menguntit di tempat kedua dengan 2.478 wisatawan. Angka ini membuktikan Lombok bukan sekadar destinasi regional, melainkan magnet bagi turis lintas benua.

Adapun Malaysia tetap menjadi juara bertahan dengan 2.027 kunjungan. Lalu, Singapura mengekor di posisi kedua dengan 762 kunjungan. Di sisi lain, Jerman memberikan kejutan besar dengan menempati posisi ketiga, yakni sebanyak 439 kunjungan.

Tak hanya dari Asia Tenggara dan Eropa, pelancong dari Asia Non-ASEAN 539 orang, Amerika 280 orang, hingga Oseania 247 orang turut meramaikan statistik kunjungan. Bahkan, pelancong dari Afrika dan Timur Tengah pun mulai melirik keindahan pulau ini.
.
Wahyudin menyebut, kenaikan tajam sebesar 35,21 persen ini harus dijaga momentumnya melalui sinergi seluruh pihak. Melihat ribuan wisman yang terus memadati pintu masuk udara setiap bulannya, Lombok diproyeksikan akan terus menjadi motor penggerak utama pariwisata di Nusa Tenggara Barat pada tahun-tahun mendatang. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button