Unggahan Raffi Ahmad bersama Haji Isam Picu Kritik Warganet Terkait Hutan Papua
Mataram (NTBSatu) – Unggahan Raffi Ahmad bersama pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, memicu kritik luas dari warganet. Presenter ternama tersebut membagikan foto kebersamaannya dengan pengusaha asal Kalimantan itu, sekaligus menyampaikan ucapan ulang tahun serta doa.
“Selamat ulang tahun, Pak Haji Sam. Semoga selalu diberi umur panjang, kesehatan, dan keberkahan,” tulis Raffi, mengutip Instagram @raffinagita1717, Sabtu, 3 Januari 2026.
Selain doa, ia juga menyampaikan apresiasi atas inspirasi serta kebaikan yang menurut pandangannya telah Haji Isam berikan. “Terima kasih atas inspirasi dan kebaikan yang terus mengalir untuk banyak orang,” tambahnya.
Namun, unggahan Raffi justru memicu gelombang kritik warganet. Sementara itu, banyak pihak menyuarakan kekhawatiran atas kerusakan lingkungan dan pembabatan hutan Papua.
Selanjutnya, sejumlah komentar bernada sindiran tajam menyoroti, aktivitas bisnis yang mereka kaitkan dengan deforestasi. “Selamat ultah pembabat hutan Papua. Semoga makin luas wilayahnya,” tulis akun @mayerichest.
Warganet lain meminta Haji Isam menghentikan eksploitasi hutan Papua. Mereka menilai, kekayaan besar seharusnya sejalan dengan kepedulian lingkungan.
“Pak Haji sudah cukup, jangan eksploitasi hutan Papua lagi pak. Anda sudah kaya raya, mau sekenyang apa pak,” tulis akun @diwan.nawid.
Selanjutnya, komentar satir juga membanjiri unggahan tersebut. Seorang warga Kalimantan mengaitkan pembukaan lahan dengan banjir yang melanda daerahnya.
“Oh ini orang yang paling baik itu, yang habis gundulin dan babat hutan Kalimantan, dan sekarang Kalimantan banjir sudah seperti Sumatra dan sekarang lanjut Papua ya pak. Salam dari saya warga Kalimantan yang sekarang terdampak banjir pak. Nanti saya bantu di akhirat bilang ke Tuhan bagaimana baiknya bapak jaga hutan dengan dijadikan bisnis,” komentar akun @farasyaa_humaira.
Harta Kekayaan Haji Isam
Haji Isam memiliki reputasi sebagai pengusaha asal Kalimantan yang meraih kekayaan besar melalui sektor pertambangan dan perkebunan. Kemudian, kekayaannya melonjak seiring kenaikan saham JARR yang melesat 490 persen sepanjang 2025 hingga Rp 1.830 per saham dengan kapitalisasi Rp 16,89 triliun.
Mengutip data prospektus IPO JARR, Haji Isam yang merupakan pengendali JARR lewat PT Eshan Agro Sentosa (EAS).
Nilai kekayaan yang terikat pada saham tersebut mencapai sekitar Rp 13,33 triliun. Selanjutnya, total kekayaan keluarga Haji Isam pada perusahaan publik kini tercatat mendekati Rp 32 triliun. (*)



