Lombok Timur

Pembangunan Rumah Sakit Masbagik Ditargetkan Rampung Desember 2025

Lombok Timur (NTBSatu) – Pembangunan fisik Rumah Sakit Masbagik menunjukkan progres pesat dan ditargetkan selesai lebih cepat dari jadwal. Kontraktor berkomitmen menuntaskan pekerjaan utama pada 10 Desember 2025, mendahului batas akhir kontrak pada 17 Desember 2025.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Sakit Masbagik, Darajata mengungkapkan optimisme tersebut. “Kalau targetnya mereka, 10 Desember sudah rampung. Setelah itu tinggal penyelesaian administrasi,” jelasnya, Selasa, 11 November 2025.

IKLAN

Meski pembangunan fisik hampir rampung, keputusan pembukaan operasional Rumah Sakit Masbagik masih menunggu kebijakan Bupati Lombok Timur. Darajata menyebut, operasional rumah sakit tidak akan tergesa-gesa demi memastikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat.

“Kebijakan operasional sepenuhnya menjadi kewenangan Bupati, yang menentukan kapan mulai digunakan,” ujarnya.

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin menginginkan agar operasional perdana bisa pada momen Tahun Baru 2026. Sementara itu, beberapa fasilitas penunjang masih dalam tahap penyempurnaan.

Salah satu yang mendesak adalah pembangunan dapur rumah sakit, yang belum termasuk dalam anggaran awal proyek. Pihak pengelola kini menyiapkan solusi sementara dengan dapur darurat sembari menunggu pembangunan permanen.

Meski demikian, Darajata memastikan, Rumah Sakit Masbagik tetap bisa beroperasi secara terbatas tanpa mengganggu layanan dasar.

Di sisi lain, pelaksana proyek juga terus mengebut penataan lingkungan dan akses jalan menuju rumah sakit. Dari total anggaran Rp1,3 miliar, progres fisiknya kini telah mencapai lebih dari 50 persen.

Pengerjaan paving bagian depan rumah sakit sudah selesai dengan tembok penahan, sementara kini pekerjaan fokus di area halaman utama.

Darajata menegaskan, cuaca yang sering hujan tidak menjadi alasan keterlambatan. PPK bahkan meminta kontraktor menambah jam kerja, agar target penyelesaian bisa sesuai rencana. (*)

Berita Terkait

Back to top button