ADVERTORIALPendidikan

STKIP Taman Siswa Bima Gelar Sosialisasi dan Orientasi Prodi untuk Mahasiswa Baru

Bima (NTBSatu) – STKIP Taman Siswa Bima menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Orientasi Program Studi, bagi mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026, Senin, 25 Agustus 2025.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman awal tentang visi, misi, serta arah pengembangan kampus. Sekaligus melakukan pemetaan minat dan bakat mahasiswa.

Dalam sambutannya, Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr. H. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si., menuturkan, kampus Tamsis baru-baru ini mendapat kehormatan diundang oleh Presiden dalam sebuah kegiatan di Bandung.

Presiden menyampaikan rencana pemerintah untuk menyiapkan beasiswa di kampus-kampus unggulan dunia. Serta meningkatkan anggaran beasiswa nasional, guna mencetak SDM lulusan perguruan tinggi yang siap masuk ke dunia industri.

Ia menegaskan, mahasiswa yang telah memilih untuk melanjutkan kuliah harus siap mencari informasi mengenai kebijakan-kebijakan baru. Sekaligus memperbanyak keterampilan agar memiliki daya saing.

IKLAN

Petakan Minat dan Bakat Mahasiswa Baru

Pada kegiatan orientasi ini, mahasiswa juga diajak untuk memetakan minat dan bakat mereka di bidang olahraga, seni, maupun teknologi. Hasil wawancara nantinya akan mendeskripsikan potensi mahasiswa dan menjadi dasar penyusunan rencana kegiatan ke depan.

Ia juga menyampaikan, sebelum perkuliahan reguler pada 15 September mendatang, mahasiswa baru akan mengikuti berbagai kegiatan pembekalan. Termasuk BIMTAQ sebelum PKKMB. Perkuliahan mulai agak terlambat karena kampus masih menyesuaikan pembangunan gedung baru.

Ketua menambahkan, generasi mahasiswa pada masa pandemi Covid-19 yang baru saja menyelesaikan studi telah menorehkan banyak prestasi.

Hal ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Untuk mendukung pengembangan akademik dan karier mahasiswa, kampus juga tengah menyiapkan skema beasiswa bagi alumni yang ingin melanjutkan studi.

Ia menegaskan pentingnya penyesuaian dengan kebijakan Presiden dan Menteri, di mana perubahan regulasi terjadi sangat cepat.

IKLAN

Salah satu contohnya adalah syarat menjadi guru yang kini tidak cukup hanya berijazah S1, melainkan harus melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG). Ketua juga mengutip pandangan tokoh nasional bahwa kuliah adalah investasi jangka panjang.

“Pendidikan tinggi bukan hanya untuk mencari pekerjaan, tetapi menjadi modal hidup di masa depan. Banyak yang langsung bekerja setelah SMA, namun gajinya rendah dan kariernya terhenti karena pengetahuannya terbatas,” jelasnya.

Mahasiswa diyakinkan, mereka tidak akan rugi menempuh pendidikan di Taman Siswa, karena di sinilah akan dibentuk dan dididik dengan baik.

Dalam suasana interaktif, Ketua memberikan kuis sederhana dengan pertanyaan mengenai visi, misi, serta pimpinan kampus, untuk mendorong mahasiswa lebih mengenal almamaternya.

Selain itu, Ketua mengingatkan mahasiswa yang belum mengurus aplikasi beasiswa untuk segera mengurusnya. Sebab kampus sedang memfasilitasi proses tersebut bersama pemerintah daerah, Baznas/Bazda, serta lembaga pemerintah maupun BUMN.

Menutup sambutannya, Ketua menekankan bahwa sebagai mahasiswa baru, mereka harus menunjukkan perilaku yang beradab. Serta, menginternalisasi visi dan misi kampus yang akan diwujudkan dalam seluruh proses perkuliahan. (*)

Berita Terkait

Back to top button