Raised Bed, Inovasi Pertanian Ramah Lingkungan dari Mahasiswa Unram

Mataram (NTBSatu) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram (Unram), melaksanakan proker pembuatan raised bed sebagai inovasi pertanian ramah lingkungan.
Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 12 Agustus 202 di Desa Selelos Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Program ini menjadi langkah awal menciptakan ketahanan pangan secara lokal. Tujuannya memperkenalkan teknik bercocok tanam modern kepada masyarakat.
Melalui raised bed, mahasiswa Unram mengajak warga menggunakan lahan secara lebih efisien dan berkelanjutan. Seperti memanfaatkan bahan organik seperti daun kering, ranting, dan tanah yang dicampuri dengan sekam, yang disusun berlapis sebagai media tanam.
Sinergi dan Edukasi di Lapangan
Mahasiswa membuat raised bed ini secara gotong royong dengan remaja desa. Prosesnya meliputi penyusunan lapisan-lapisan media tanam hingga siap guna. Selain praktek langsung, mahasiswa juga menyampaikan edukasi terkait perawatan tanaman, jenis sayuran yang cocok ditanam, dan manfaat penggunaan pupuk organik bagi ekosistem lahan pertanian.
Dukungan Positif dari Pemerintah Desa
Kepala Desa Judin, SH memberikan apresiasi atas inisiatif ini. Menurutnya, kehadiran raised bed tidak hanya memberi alternatif bercocok tanam bagi warga, tetapi juga membantu menekan biaya kebutuhan sayur.
“Dengan raised bed ini, masyarakat bisa menanam sayur untuk konsumsi harian secara efisien, hemat, dan ramah lingkungan,” katanya.
Antusiasme Masyarakat dan Dampak Positif
Respons warga sangat positif, terutama dari ibu-ibu yang berminat menanam cabai dan terong di raised bed. Anak-anak juga tertarik menyaksikan prosesnya, yang mencerminkan bagaimana edukasi pertanian dapat anak-anak terima.
Selain memperbaiki kualitas tanah dan kelembapan media tanam, raised bed juga membantu mengurangi limbah organik di desa—sejalan dengan prinsip zero waste yang kini mulai diterapkan di berbagai wilayah.
Harapan Program Kerja KKN
Melalui program raised bed ini, mahasiswa KKN berharap menciptakan dampak yang berkelanjutan di Desa Selelos. Raised bed tidak hanya bersifat sementara, tetapi harapannya menjadi praktik bercocok tanam baru yang bisa warga coba.
“Semoga ke depan desa semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan sayur keluarga; inovasi kecil ini bisa memberikan dampak besar bagi lingkungan dan kesejahteraan warga,” pungkas salah satu mahasiswa peserta KKN. (*)