BREAKING NEWSHukrim

Polda NTB Gelar Khusus Kasus Kematian Santriwati Ponpes Al Aziziyah

Sebelum keluarga menjemput dan membawanya berobat ke Lombok Timur, Nurul bercerita ke M bahwa ia menjadi korban pemukulan teman-temannya.

“(Korban) menghubungi satu orang saksi. Ketika korban sebelum dibawa ke Lombok Timur, melapor dipukul temen,” kata Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP Regi Halili, beberapa waktu lalu.

Setelah mendapat informasi itu, polisi pun memeriksa sejumlah saksi dari Ponpes Al Aziziyah. Namun saat memberikan keterangan, pengurus pondok mengaku bahwa M telah ke luar negeri menjadi PMI.

“Pada saat waktu pemeriksaan, pihak Ponpes memberikan ke keterangan ke kami, saksi ini menjadi pergi ke TKI,” ujar Mantan Kasat Reskrim Polres Sumbawa ini.

Kepolisian juga telah mengantongi hasil autopsi kematian santriwati asal Ende, Nusa Tenggara Timur itu dari Rumah Sakit Bhayangkara.

IKLAN

Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polresta Mataram telah memeriksa total 50-an saksi. Sebagian besar dari kalangan Ponpes Al Aziziyah. Termasuk tenaga kesehatan, santriwati, maupun pengurus pondok.

Sebagai informasi, Nurul Izzati meninggal dunia pada Sabtu pagi, 29 Juni 2024 di RSUD Soedjono Selong, Lombok Timur. Jenazah almarhumah selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Mataram untuk menjalani autopsi.

Meski belum pasti penyebab kematian Nurul, namun pihak keluarga menduga kuat jika korban mengalami penganiayaan di tempatnya menuntut ilmu. Hal itu setelah melihat keluarga korban mengalami luka-luka di beberapa tubuhnya. (*)

Laman sebelumnya 1 2

Berita Terkait

Back to top button