ADVERTORIALPendidikan

STKIP Taman Siswa Bima Wujudkan Inovasi Pendidikan Bagi Guru SDN Sondosia Lewat E-Instrumen Penilaian Berbasis Proyek

Bima (NTBSatu) – Ruang guru SDN Sondosia selama tiga hari awal Agustus 2025 dipenuhi semangat belajar yang tak biasa. Bukan murid yang duduk di kursi belajar, melainkan para guru yang antusias menyusun instrumen penilaian baru. Lebih modern, interaktif, dan berbasis teknologi.

Awal Agustus 2025 menjadi momen bersejarah bagi 22 guru SDN Sondosia. Didampingi tim dosen STKIP Taman Siswa Bima, mereka mendapatkan pelatihan Pengembangan E-Instrumen Penilaian Pembelajaran Berbasis Proyek Berbantuan Teknologi untuk menunjang implementasi Kurikulum Merdeka.

Bukan sekadar teori, para guru langsung mempraktikkan pembuatan instrumen penilaian yang siap digunakan di kelas. Sesuatu yang selama ini masih jarang mereka temui.

Ketua Pelaksana, Hairunisa, M.Pd., menegaskan, pelatihan ini adalah kelanjutan program tahun sebelumnya. Namun kali ini fokus pada penilaian berbasis proyek yang memanfaatkan teknologi.

“Guru yang mampu merancang penilaian kreatif dan relevan akan melahirkan pembelajaran yang hidup. Itulah yang kami bawa ke sini,” ujarnya.

IKLAN

Kepala SDN Sondosia pun menyambut baik. Baginya, kolaborasi ini adalah peluang emas.

“Guru harus terus berinovasi, memperbarui pengetahuan, dan mengembangkan keterampilan. Terima kasih kepada STKIP Taman Siswa Bima yang hadir membawa angin segar,” ucapnya.

Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan Pelatihan Bagi Guru SDN Sondosia Bima
Tim Dosen STKIP Taman Siswa Bima bersama Kepala SDN Sondosia. Foto: Dok Humas STKIP Taman Siswa Bima

Hari pertama dibuka dengan materi dari Arif Rahman Hakim, M.Si. Ia mengupas tuntas konsep asesmen formatif dan sumatif berbasis proyek.

Sesi selanjutnya oleh Hairunisa, M.Pd., yang mengajak guru membuat rubrik penilaian yang jelas dan terukur.

Hari kedua, Nur Fitrianingsih, S.Kom., M.M., mengenalkan platform Quizizz dan Educandy. Dua alat yang mengubah penilaian menjadi pengalaman belajar interaktif. Guru-guru pun tak sekadar mencoba, mereka langsung membuat instrumen digital yang siap diimplementasikan.

IKLAN

Hari terakhir, semua peserta mempresentasikan produk e-instrumen penilaian buatan mereka. Hasilnya, setiap guru membawa pulang karya orisinal yang bisa langsung untuk menilai pembelajaran berbasis proyek di kelas masing-masing.

Pelatihan ini bukan hanya menghasilkan produk, tetapi juga perubahan pola pikir. STKIP Taman Siswa Bima membuktikan, kemitraan antara perguruan tinggi dan sekolah dasar bisa melahirkan inovasi nyata.

Dari Sondosia, lahirlah guru-guru yang lebih percaya diri menilai dengan cara baru, siswa yang kelak menikmati pembelajaran yang lebih relevan, dan pendidikan dasar yang semakin selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka. (*)

Berita Terkait

Back to top button