Pariwisata

Ngasuh Gunung Rinjani, Tradisi Warisan Sakral untuk Lindungi Rinjani

Oleh sebab itu, tradisi semacam ini perlu terus hidup sebagai bentuk nyata pelestarian lingkungan yang berbasis adat.

Nilai Budaya, Spiritualitas, dan Pelestarian Alam

Sementara itu, Agam Rinjani turut hadir dalam ritual adat di Desa Sajang. Ia membagikan momen tersebut melalui akun Instagram miliknya, @agam_rinjani.

Dalam unggahan videonya, Agam menunjukkan kepala seekor sapi yang siap dikubur sebagai bagian dari prosesi simbolik.

Penguburan hewan tersebut menjadi penanda, ritual Ngasuh Gunung telah rampung dan permohonan kepada alam telah tersampaikan.

“Ini mau dikubur dan ditanam di lokasi gunung rinjani menandai selesai acara ngasuh rinjani,” ucap agam dalam video unggahannya.

IKLAN

Dengan berlangsungnya tradisi ini, masyarakat Sajang menunjukkan bahwa nilai budaya, spiritualitas, dan pelestarian alam tetap berjalan seiring.

Tradisi Ngasuh Gunung Rinjani bukan sekadar upacara simbolik, melainkan wujud nyata kearifan lokal dalam menjaga keharmonisan antara manusia dan alam di Lombok. (*)

Laman sebelumnya 1 2

Berita Terkait

Back to top button