Mahasiswa KKN PMD Unram Gelar Sosialisasi Digital Marketing untuk Pengrajin Tenun Desa Pringgasela Selatan

Mataram (NTBSatu) – Mahasiwa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram (Unram), menggelar sosialisasi dan pelatihan digital marketing bagi pengrajin tenun Desa Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Selasa, 15 Juli 2025.
Kegiatan ini bertujuan mendukung pengembangan usaha kerajinan lokal di era digital, dengan memanfaatkan marketplace Facebook sebagai media pemasaran online.
Desa Pringgasela Selatan merupakan salah satu sentra tenun tradisional terkemuka di Lombok Timur. Mayoritas masyarakat, khususnya di Dusun Gubuk Lauk, masih mempertahankan tradisi menenun menggunakan alat tenun gedogan.
Meski kualitas dan nilai estetika kain tenun Pringgasela telah mendapat pengakuan secara luas, pemasaran produk masih menghadapi kendala. Sebab, sebagian besar pengrajin hanya mengandalkan penjualan konvensional melalui perantara lokal.
“Pemasaran digital bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk bertahan di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat. Marketplace Facebook adalah pintu gerbang bagi pengrajin untuk menjangkau pembeli di luar desa. Bahkan di luar pulau,” ujar Ketua Tim KKN PMD Unram Desa Pringgasela Selatan 2025, M. Ariskan.
Sebanyak 30 pengrajin tenun mengikuti pelatihan ini dan melibatkan generasi muda desa sebagai ”digital buddy” yang membantu proses digitalisasi.
Para peserta diajarkan langkah-langkah praktis mulai dari pembuatan akun Facebook untuk toko online, pengunggahan foto produk, penulisan deskripsi menarik. Kemudian, pemanfaatan fitur marketplace, hingga cara merespons pelanggan dan mengatur transaksi secara efektif.
Apresiasi Warga dan Kepala Desa

Sri Hartini (Ketua Nina Penenun) dan Sarifah (Ketua Maloka), mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut.
“Selama ini saya hanya menjual tenun ke pengepul dengan harga murah. Dengan belajar jualan online, kami berharap bisa langsung menjual ke konsumen dengan harga yang lebih baik,” ungkapnya.
Kegiatan tidak hanya berupa sesi teori, tetapi juga simulasi praktik langsung. Para pengrajin mencoba mengunggah foto kain tenun ke marketplace Facebook, melengkapi informasi produk. Serta, mempelajari cara menarik calon pembeli melalui deskripsi yang informatif dan menarik.
Kepala Desa Pringgasela Selatan, Baihaki Habil menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN.
“Kegiatan ini sangat membantu masyarakat kami dalam meningkatkan pemasaran produk tenun. Kami berharap kerjasama ini dapat berlanjut untuk pengembangan desa ke depan,” katanya.
Program ini diharapkan dapat mengangkat pemasaran tenun Pringgasela Selatan dari pasar lokal menuju pasar nasional dan internasional. Selain meningkatkan pendapatan pengrajin, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat branding budaya tenun sebagai warisan lokal yang patut dilestarikan.
Tim KKN PMD Unram Desa Pringgasela terdiri dari 10 mahasiswa dari berbagai fakultas, yang akan melanjutkan program pendampingan hingga akhir Agustus 2025. (*)