Pemerintahan

Momen Gubernur Iqbal Jadi Fotografer Dadakan Penerima BSU dengan Wakil Presiden Gibran

Mataram (NTBSatu) – Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja (kunker) ke NTB selama dua hari ke depan. Yaitu mulai 1 – 2 Agustus 2025.

Hari pertama di NTB, Jumat, 1 Agustus 2025, Gibran mengunjungi sejumlah tempat. Salah satunya di Kantor Pos Mataram. Agendanya menyalurkan secara langsung Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada penerima di Kota Mataram.

Putra Presiden RI ke-7 ini tiba di kantor Pos Mataram sekitar pukul 11.50 Wita. Tak sendiri, hadir juga Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli. Termasuk Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.

Kedatangan Gibran di lokasi, langsung mendapat tepuk tangan dari para tamu undangan. Sebab, kedatangannya sudah ditunggu sejak pukul 10.00 Wita.

Momen ini menjadi kesempatan bagi para tamu undangan. Berfoto dan bersalaman langsung dengan orang nomor dua di Indonesia.

IKLAN

Ramai, mereka berdesakan berebut giliran berfoto dengan Gibran karena mungkin baru pertama kali bertemu secara langsung dengan Wakil Presiden.

Ada momen menarik dalam sesi ini. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal tiba-tiba menjadi fotografer dadakan untuk mengambil foto para penerima BSU dengan Wakil Presiden.

Iqbal terlihat insiatif menawarkan dirinya untuk menjadi fotografer, sembari mengambil handphone milik tamu untuk ia ambil fotonya.

“Ayok cepat, mana hp-nya,” ucap Iqbal.

Usai sesi foto, Wakil Presiden Gibran bersama rombongan langsung beranjak melaksanakan Salat Jumat. Malam nanti, ia akan menghadiri acara penutupan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII NTB 2025 di Eks Bandara Selaparang, Kota Mataram.

IKLAN

Sebagai informasi, total anggaran yang dialokasikan untuk penyaluran BSU di NTB sebesar Rp29.293.200.000. Dengan total penerima sebanyak 48.822 orang yang tersebar di 10 kabupaten dan kota.

Dari puluhan miliar anggaran tersebut, realisasi penyalurannya sudah mencapai 92,10 persen atau Rp26,979 miliar. Dengan jumlah penerima sebanyak 44.966 orang.

Sehingga tersisa 7,9 persen atau Rp2,313 miliar belum tersalurkan. Dengan jumlah yang belum menerima BSU sebanyak 3.856 orang. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Back to top button